Penguatan Penyeliaan Fasilitatif Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Dinas Kesehatan Prov. Kalteng Tahun 2020

Kontribusi dari Dinkes Prov.Kalteng, 01 Desember 2020 07:45, Dibaca 286 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Saat ini Indonesia masih mempunyai banyak permasalahan dan tantangan dalam upaya pelayanan kesehatan ibu dan anak. Hal ini tercermin dari masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup (SUPAS 2015), Angka Kematian Bayi Baru Lahir/Neonatal (AKN) yaitu 15 per 1000 kelahiran hidup (SDKI 2017), Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu 24 per 1000 kelahiran hidup (SDKI 2017). Hal ini terkait berbagai faktor risiko yang berkontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung dari kematian ibu maupun bayi.


Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dr.Suyuti Syamsul, MPPM menambahkan, faktor dari penyebab langsung kematian ibu yaitu faktor yang berhubungan dengan komplikasi pada masa kehamilan, masa persalinan dan masa nifas. Komplikasi ini seperti adanya perdarahan, preeklampsia/eklampsia, infeksi akibat trauma persalinan, persalinan macet atau persalinan lama dan abortus spontan maupun abortus tidak aman ataupun berisiko, Senin (30/11/2020).

(Baca Juga : Peduli Covid-19 di Kalteng, Ikatan Alumni Universitas Sebelas Maret Solo Serahkan Masker)


Sedangkan faktor dari penyebab tidak langsung kematian ibu yaitu faktor-faktor yang memperberat keadaan ibu yang sedang hamil seperti EMPAT TERLALU (terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan dan terlalu dekat jarak kelahiran). Selain itu juga faktor yang mempersulit proses penanganan kedaruratan kehamilan, persalinan dan nifas seperti TIGA TERLAMBAT (terlambat mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan dan terlambat dalam penanganan kegawatdaruratan) artinya masih rendahnya cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Upaya intervensi dan terobosan dari pemerintah dalam rangka mencegah kematian ibu dan bayi baru lahir adalah dengan penetapan Kabupaten/Kota sebagai Lokus Penurunan AKI dan AKB (RAN PP AKI 2016 – 2030. Upaya tersebut berupa :

1. Peningkatan kapasitas Nakes dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir;

2. Peningkatan Manajemen Program Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (termasuk aspek supervisi, monitoring dan evaluasi);

3. Advokasi lintas program, lintas sektor dan organisasi profesi untuk mendukung pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir;

4. Peningkatan peran serta masyarakat, serta pemenuhan sarana pendukung pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir;

5. Peningkatan Manajemen Program Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (termasuk supervisi, monitoring dan evaluasi) merupakan Program Penyeliaan Fasilitatif Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dimana program ini merupakan suatu pendekatan berbasis kendali manajemen untuk menjamin pelayanan KIA yang berstandar guna mendukung peningkatan perbaikan kinerja dan mutu pelayanan KIA di fasilitas pelayanan kesehatan dasar;

6. Penyeliaan Fasilitatif dilaksanakan untuk menilai kepatuhan terhadap standar secara mandiri yang kemudian dilakukan verifikasi oleh Tim Penyeliaan Fasilitatif KIA secara berjenjang dalam rangka memastikan ada tidaknya peningkatan dari mutu pelayanan secara keseluruhan. Mengingat pesatnya perkembangan kebijakan bidang kesehatan ibu dan anak maka kajian mandiri sudah di perbaharui melalui revisi pendekatan Penyeliaan Fasilitatif Kesehatan Ibu dan Anak;

7. Sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu dilakukan penguatan kapasitas dalam rangka memaksimalkan peran dan fungsi Tim Penyeliaan Fasilitatif Kabupaten/Kota sampai Puskesmas.

"Dan pada kesempatan ini pula, saya mengajak kita semua agar kegiatan ini dapat diikuti dengan seksama sehingga dapat bermanfaat untuk keberlangsungan pelayanan kesehatan ibu dan anak sesuai yang kita harapkan bersama, khususnya dapat menurunkan AKI dan AKB di Provinsi Kalimantan Tengah. Dan bersamaan dengan Masa Pandemi Covid-19 Era Kebiasaan Baru, saya tetap menghimbau kepada kita semua agar selalu mematuhi Protokol Kesehatan," tutupnya. (Bidang Kesmas)

Dinkes Prov.Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook