dr. Suyuti : Keamanan Vaksin Bagi Masyarakat Menjadi Prioritas dan Tugas Utama Pemerintah

Kontribusi dari Rikah Mustika, 23 November 2020 11:08, Dibaca 314 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya - Imunisasi merupakan salah satu upaya tindakan medis yang paling efektif dan efisien mencegah penyakit. Imunisasi wajib yang selama ini dikenal di kalangan masyarakat yaitu BCG, Hepatitis B, DPT, Polio, dan Campak. Sedangkan imunisasi buatan dilakukan melalui vaksinasi.

Vaksinasi adalah proses pemberian vaksin yang mengandung bakteri, racun, atau virus yang telah dilemahkan atau sudah dimatikan. Vaksin merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi dan mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit.

(Baca Juga : Diskominfo dan Dishub Gelar Upacara Peringatan HUT ke-74 RI)

“Vaksin terbuat dari mikroba yang dilemahkan atau mati, toksin atau dari protein permukaan. Agen dalam vaksin tersebut merangsang sistem imun mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yag terkait dengan agen,” ucap dr. Suyuti Syamsul, MPPM saat menyampaikan paparannya dalam acara Webinar KPCPEN yang dilaksanakan di Gedung Smart Province (GSP) DiskominfoSantik Prov. Kalteng, Senin (23/11/2020).

Vaksin terdiri dari beberapa jenis yaitu vaksin mati, vaksin hidup, vaksin toksoid, dan vaksin biosintetik. Vaksin-vaksin tersebut memiliki kandungan yang berbeda-beda dan digunakan dengan tujuan yang berbeda pula.

Terkait perkembangan vaksin Sinovac, dr. Suyuti menjelaskan bahwa uji klinis vaksin tersebut sudah memasuki tahap ketiga. Seluruh proses pembuatan dan penelitian vaksin tersebut diawasi oleh BPOM untuk memastikan keamanan dan kemanjurannya sebelum digunakan untuk masyarakat.

“Hasil uji klinis fase 3 dinyatakan aman dan tidak ditemukan reaksi berlebihan,” ucap dr. Suyuti.

Sebelumnya, ada beberapa kandidat vaksin yang akan digunakan untuk vaksin covid-19 selain Sinovac, yaitu Sinopharm, Kansino, Astra Zeneca dan Genexine. Semua vaksin-vaksin tersebut harus lulus beberapa tahapan uji klinis agar dapat memastikan keamanan dan takaran dosis yang aman. Sebab, keamanan vaksin bagi masyarakat menjadi prioritas dan tugas utama pemerintah.

Manfaat pemberian imunisasi vaksin covid-19 ke banyak orang akan membuat imunitas populasi (Herd Immunity). Selain itu, dapat melindungi orang lain yang belum atau tidak bisa diberi vaksin seperti bayi atau orang dengan penyakit gangguan imun. Akan tetapi, penolakan yang luas akan menghambat terciptanya kekebalan imunitas. Ditargetkan pemberian vaksin covid-19 ini minimal cakupan 70% dari jumlah populasi.

Pada kesempatan itu, dr. Suyuti juga mengingatkan agar berhati-hati dalam menerima informasi, sebab berita Hoax seputar vaksin covid-19 sudah tersebar luas di kalangan masyarakat. “Mayarakat harus pandai memastikan informasi yang benar. Tinggalkan hal-hal yang tidak masuk akal, hati-hati untuk membagikan informasi tentang vaksin,” pesannya. (Rkh / Foto: Arif)

Rikah Mustika

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook