Wajib Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Kontribusi dari Rikah Mustika, 16 November 2020 14:27, Dibaca 21 kali.


Tercatat per tanggal 13 November 2020, kasus terinfeksi Corona Virus Disease 2019 di Indonesia hampir menembus angka 460 ribu. Bertambahnya kasus COVID-19 yang kian melonjak membuat banyak orang sangat mengharapkan kehadiran vaksin untuk COVID-19. Hingga saat ini masih belum ada pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Namun, gejala COVID-19 masih dapat diobati dan penularannya dapat dicegah. Berbagai negara tengah berupaya untuk menyediakan vaksin bagi masyarakat. 

Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo dalam pidatonya telah mengumumkan kabar baik bahwa sejumlah vaksin untuk menangkal COVID-19 siap didatangkan ke Indonesia. Vaksin ini berasal dari beberapa negara produsen vaksin yang akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia seperti negara Tiongkok. Tetapi pengadaan vaksin ini masih perlu diuji keamanan serta keefektifannya sebelum didistribusikan kepada masyarakat banyak.

(Baca Juga : Potensi Karang Taruna)

Kini vaksin COVID-19 sedang dalam tahap uji klinis fase III. Selain itu, pemerintah Indonesia tengah memastikan keamanan dan kehalalan vaksin COVID-19. Kemenkes RI memperkirakan vaksin COVID-19 diperkirakan akan tersedia pada akhir tahun 2020 atau Januari 2021. Pemerintah masing-masing daerah pun telah mendapat himbauan dari Kementerian Kesehatan untuk mempersiapkan diri dengan mengambil langkah-langkah awal sebelum vaksin COVID-19 tiba.

Tak hanya itu, pemerintah pusat pun menargetkan tenaga kesehatan yang bekerja di garda paling depan dalam menangani kasus COVID-19 sebagai kelompok yang akan divaksinasi terlebih dahulu. Menanggapi hal ini dr. Suyuti Syamsul, MPPM Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah telah menyatakan bahwa pemerintah daerah tengah mempersiapkan sumber daya manusia serta fasilitas untuk vaksin COVID-19. Kurang lebih berjumlah 10.000 tenaga medis tengah dilatih.

Kendati telah mengambil langkah-langkah persiapan kedatangan vaksin COVID-19, dr. Suyuti menyatakan bahwa protokol kesehatan tetap harus diterapkan. Protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dengan orang lain. Baik sebelum ataupun sesudah vaksinasi nantinya. Pria lulusan dari University of Southern California,USA ini juga menjelaskan bahwa setelah vaksinasi nantinya tidak menutup kemungkinan masih bisa tertular COVID-19. Ini karena setelah disuntikkan vaksin tentunya memerlukan waktu yang cukup untuk berproses di dalam tubuh.

Hal ini juga disampaikan oleh Wakil Direktur Pendidikan dan Kemitraan RSUD Doris Sylvanus yaitu dr. Theodorus Sapta Atmadja, MM. Ia menyatakan bahwa masyarakat jangan terlalu berharap lebih dengan vaksinasi. dr. Theo menjelaskan bahwa virus COVID-19 bisa saja bermutasi. Hal tersebut dapat terjadi sebagai upaya virus COVID-19 untuk bertahan hidup dengan melakukan penyesuaian atau beradaptasi di dalam tubuh penderitanya, sehingga virus COVID-19 tersebut dapat menular dan menyebar lebih cepat dari yang sebelumnya.

Oleh karena itu masyarakat dihimbau untuk tetap memproteksi diri. dr. Theo memaparkan bahwa melindungi diri dari penularan dan penyebaran COVID-19 yang semakin meningkat saat ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan 6 langkah sesuai anjuran yang telah diberikan pemerintah serta wajib menjaga jarak saat bepergian keluar rumah ataupun saat berada di luar rumah. Menerapkan protokol kesehatan yang telah dianjurkan adalah satu-satunya jalan untuk memerangi virus COVID-19.

Rikah Mustika

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Artikel
Artikel
Artikel
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook