Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Hadiri FGD dengan Mahasiswa, Influencer dan Organisasi Mitra Polri

Kontribusi dari Widia Natalia, 16 November 2020 10:14, Dibaca 99 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya - Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Herson B. Aden mewakili Plt. Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang bertemakan Dengan Semangat Kepahlawanan Kita Cegah Ujaran Kebencian dan Anti Pemerintah Demi Keutuhan NKRI, bertempat di Ballroom Lt. 3 Aquarius Hotel, Senin (16/11/2020). FGD ini diselenggarakan untuk membentengi masyarakat dari paham ujaran kebencian dan anti Pemerintah.

Acara ini dibuka secara langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalteng Brigjen Pol. Indro Wiyono mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo. Sambutan tertulis Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo yang disampaikan oleh Wakapolda Kalteng Brigjen Pol. Indro Wiyono menyampaikan ujaran kebencian dan anti Pemerintah, bukan menjadi tanggung jawab Pemerintah semata tetapi masyarakat wajib ikut berperan terutama pemuda dan mahasiswa. Pemuda harus menjadi Agent of Change yaitu menjadi pionir dalam memberantas kasus-kasus ujaran kebencian yang belakangan ini kerap terjadi.

(Baca Juga : Permendagri No.86 Tahun 2017, Penting Diketahui Oleh Seluruh Jajaran Pemerintah Kalteng)

Brigjen Pol. Indro Wiyono juga menyampaikan bahwa para pemuda mempunyai peran penting dalam mengatasi dan mengantisipasi masalah ujaran kebencian dan anti Pemerintah di Indonesia. Pemuda selalu menjadi target utama para kelompok yang berseberangan dengan Pemerintah karena pemuda selama ini gampang untuk dihasut. Tetapi pemuda juga memiliki potensi untuk memberantas masalah-masalah ujaran kebencian dan anti Pemerintah di Indonesia.

Lebih lanjut Brigjen Pol. Indro Wiyono menyampaikan ada beberapa strategi yang harus dilakukan untuk memberantas masalah ujaran kebencian dan anti Pemerintah. Strategi tersebut diantaranya meningkatkan pemahaman keagamaan. Minimnya pemahaman agama bagi kalangan mahasiswa, pemuda dan organisasi Mitra Polri serta belajar agama secara dangkal dapat memicu  melakukan kekerasan, bahkan atas nama agama.

“Untuk itu seorang pemuda harus belajar agama pada ahlinya yang tahu betul apa arti jihad sesungguhnya”, ucap Brigjen Pol. Indro Wiyono.

Strategi lainnya yakni membentuk komunitas-komunitas damai di lingkungan sekitar. Mahasiswa,   pemuda   dan    organisasi    mitra Polri bisa menjadi pionir dalam pembentukan komunitas cinta damai di lingkungannya. Komunitas-komunitas tersebutlah yang melakukan sosialisasi ke masyarakat maupun ke sekolah-sekolah.

Selain itu, strategi menyebarkan virus damai di dunia maya. Hasil penelitian terbaru mencatat pengguna internet di Indonesia yang berasal dari kalangan anak-anak dan remaja diprediksi mencapai 30 juta. Mereka ini menggunakan internet hanya untuk  mencari informasi, terhubung dengan teman (lama dan baru) dan untuk hiburan. Hal inilah yang menjadi celah bagi para penyebar ujaran kebencian dan anti pemerintah untuk menyebarkan pahamnya di dunia maya. Oleh karena itu, dibutuhkan aksi dari pemuda sebagai pengguna internet terbanyak di Indonesia untuk menangkal informasi-informasi yang menyesatkan dengan mengunggah konten damai di sosial media seperti tulisan, komik dan meme, sehingga konten-konten damai yang bertebaran di dunia maya dapat mengalahkan kontenkonten radikal yang disebarkan oleh kelompok-kelompok radikal.

Terakhir yakni menjaga Persatuan dan Kesatuan. Generasi  muda  adalah  generasi  penerus  Bangsa  yang  mempunyai kemampuan, kepintaran, keberanian dan mempunyai  tekad yang kuat untuk melindungi Bangsa  Indonesia  yang  kita  cintai. Generasi muda saat ini dapat dilakukan dengan menampilkan perilaku-perilaku positif yang sesuai dengan pancasila dan UUD 1945 dengan menjunjung tinggi Persatuan dan Kesatuan Bangsa yang bertujuan untuk melawan segala macam paham kebencian dan kekerasan yang ingin merusak keutuhan NKRI.

Wakapolda Kalteng berharap agar FGD ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk saling bertukar informasi dan berdiskusi secara serius sehingga tujuan FGD ini dapat tercapai. FGD ini diikuti oleh Mahasiswa, Influencer dan Organisasi Mitra Polri. (WDY/Foto:Agung)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook