Pemkab Gumas Ikuti Entry Briefing Pemeriksaan Terinci Covid-19 Tahun 2020

Kontribusi dari DINAS KOMINFOSANTIK KAB. GUMAS, 19 Oktober 2020 14:13, Dibaca 272 kali.


MMCKalteng - Gunung Mas – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) mengikuti undangan Entry Briefing Pemeriksaan Terinci Covid-19 Tahun 2020. Sebagai penyelenggara kegiatan tersebut Perwakilan BPK RI Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), secara daring melalui aplikasi zoom meeting, bertempat di ruang rapat lantai satu Kantor Bupati Gunung Mas, Senin (19/10/2020).

Turut hadir mengikuti kegiatan tesebut Sekretaris Kabupaten Gunung Mas Yansiterson, Perwakilan BPK RI Kalteng di Kabupaten Gunung Mas, Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Kabupaten Gunung Mas Campili, Kadis Kesehatan dr. Maria Efianti, Kadis Sosial Jonson Ahmad, Inspektur Kabupaten Gunung Mas Dihel, Direktur Rumah Sakit dr. Rusni D Mahar, serta pihak terkait lainnya. Dalam sambutan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Fahrizal Fitri mengatakan, ini semua karena anugrah kita semua tim tidak ada terjangkit Covid-19, tadi ada tim salah satu Provinsi positif. Ini tentu pada proses suatu resiko dimana pemeriksaan kita adalah terhadap penyakit pandemi Covid-19 yang tentu barang yang tidak kelihatan tetapi mudah tertular.

(Baca Juga : Gubernur Kalteng Lakukan Kunjungan Kerja Ke Kecamatan Kahayan Kuala)

“Pandemi Covid-19 ini adalah sesuatu wabah yang tidak kita duga sama sekali, bahwa daerah tidak ada menyiapkan menghadapi pola seperti ini, tentu dengan wabah yang tiba-tiba mau tidak mau di dalam proses pengelolaan keuangan dalam rangka menangani tenaga kesehatan, masalah sosial, ekonomi dengan keuangan tentu kita harus melakukan realokasi yang ada,” ucap Fahrizal Fitri.

"Sekarang semuanya karena pada proses tahapan kita dalam pandemi Covid-19, ada pengecualian-pengecualian termasuk bagaimana proses penganggaran ini. Tidak dilakukan pembahasan di DPRD mendahului perubahan dan cukup melaporkan kepada DPRD," tambahnya.

Lanjut dia, pada proses penggunaan anggaran tentu proses-proses pengadaannya, pembelanjaannya secara khusus juga, karena kita bagaimana kecepatan penanganan tentu berkaitan dengan harga tidak berlaku normal lagi serta didukung dengan harga-harga.

“Di dalam pengelolaan keuangan kami mengalami terjadi beberapa perubahan, baik itu perubahan karena pengurangan perubahan dari pusat ke daerah dan semua itu kita pedomani berdasarkan SKB Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri yang menjadi pedoman kita dalam pengelolaan keuangan,” katanya.

Provinsi Kalimantan Tengah telah melaksanakan tujuh kali perubahan dari anggaran, baik itu dana yang digunakan bersumber dari APBD dan juga dana DAK DPHDR, karena diperbolehkan digunakan untuk 5 persen dari sisa saldo untuk penanganan Covid-19 tentu dalam laporan pendahuluan sudah disampaikan.

“Kami berharap dalam proses pemeriksaan kinerja pada kepatuhan ini bisa mengevaluasi apa yang telah kita lakukan bersama dan mungkin ada rekomendasi kepada kita semua bagaimana penanganan pengelolaan keuangan kita apakah penganggaran – penganggaran belanja kita ada catatan-catatan,” ungkapnya.

Hal senada yang disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Yansiterson menyampaikan, "Khusus untuk penanganan Covid-19 kami sudah melakukan empat kali perubahan terhadap APBD tahun anggaran 2020, dan posisi terakhir dari hasil realokasi dan rasionalisasi anggaran kami menganggarakan belanja tidak terduga sejumlah 48,8 miliar lebih, untuk penanganan dampak ekonomi jaring pengaman sosial dan penanganan kesehatan terkait dengan Covid-19," ucapnya.

Yansiterson juga menambahkan, "Kami juga menyiapkan ruang isolasi, mengantisipasi penuhnya rumah sakit umum dokter Doris Silvanus, sebagai salah satu Rumah Sakit (RS) rujukan untuk wilayah Kabupaten Gunung Mas dalam penanganan Covid-19 dan siap dioperasionalkan," ujarnya.

Kabupaten Gunung Mas mendapatkan dana tambahan tahap kedua, yang mana hanya diperoleh 149 daerah se-Indonesia. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat terkait dengan hal ini kami sudah mempersiapkan untuk memanfaatkan dana ini terkait dengan penanganan dampak ekonomi Covid-19,” kata Yansiterson.

"Kami juga menetapkan peraturan Bupati Nomor 33 tahun 2020 tentang penegakan hukum terhadap protokol kesehatan dan sudah siap dioperasionalkan sudah berjalan," tambahnya.

“Terima kasih juga kepada bapak Marsal Pendapatan sudah bersama dengan kami sebagai ketua tim yang melakukan audit untuk lingkup pemerintah Kabupaten Gunung Mas terhadap penggunaan anggaran dana tidak terduga,” pungkasnya. (Iswanto / Foto: Iswanto)

DINAS KOMINFOSANTIK KAB. GUMAS

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook