Pemprov Kalteng Ikuti Webinar Bertajuk Percepatan Reaktivasi Sektor Pariwisata dalam Adaptasi Kebiasaan Baru

Kontribusi dari Widia Natalia, 12 Agustus 2020 15:05, Dibaca 181 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) Guntur Taladjan mewakili Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran mengikuti Webinar secara virtual melalui video conference bertajuk Percepatan Reaktivasi Sektor Pariwisata dalam Adaptasi Kebiasaan Baru, bertempat di Aula Eka Hapakat Lt. III, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (12/08/2020). Hadir secara virtual mendampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Kalteng diantaranya Kepala UPT. Taman Budaya Kalteng Suraji dan Kepala UPT. Museum Balanga Hasanudin.

Diskusi dibuka secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan. Turut hadir pembicara utama pada kegiatan yakni Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Rizki Handayani.

(Baca Juga : Reformasi Birokrasi Tata Kelola Pelayanan Perizinan Melalui PTSP)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pandemi Covid-19 saat ini berdampak besar bagi sektor pariwisata. Hal ini terlihat dengan adanya dari penurunan jumlah wisata asing dan lokal. Situasi krisis seperti ini seyogiayanya bisa dapat menjadi pemicu bagi semua umtuk mereformulasi strategi yang tepat untuk keluar dari starategi ini.

Untuk tahun 2020-2021, penggerak sektor pariwisata Indonesia berasal dari wisatawan domestik. “Kita fokus pada wisatawan domestik ini, karena itu merupakan hal relatif yang bisa kita dorong” imbuhnya.

Luhut juga menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo agar pariwisata Indonesia berfokus pada capaian kualitas. Pariwisata di Indonesia harus berkualitas serta memiliki berbagai daya tarik .

Dalam laporannya, Gubernur H. Sugianto Sabran melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Kalteng  Guntur Taladjan menyampaikan beberapa hal yang telah dilakukan Pemprov. Kalteng dalam Tatanan Normal Baru di Sektor Pariwisata diantaranya memberikan bantuan Sosial dari  Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)  Prov. Kalteng kepada Pelaku Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang terdampak Pandemi Covid-19 kepada 13 Kabupaten dan 1 Kota se-Kalteng  yang disalurkan pada Tahap I pada tanggal 19 Juni 2020 sebesar Rp. 500.000,-/orang dan dilanjutkan pada Tahap II dalam waktu dekat ini. Selain itu, Pemprov. Kalteng juga telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Nomor 360/8/GT-COVID19 pada tanggal 6 Juli 2020 tentang Aktifitas Di Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Ekonomi Kreatif dalam Mendukung Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 yakni menerapkan Protokol Kesehatan Semua Penyelenggara Kegiatan dengan Disiplin dan Ketat di semua Destinasi Wisata dan memberikan Insentif dan Mempermudah Persetujuan Perizinan di Sektor Usaha Seni Budaya dan Pariwisata.

Lebih lanjut, Guntur Taladjan menyampaikan Pemprov. Kalteng juga telah melaksanakan Sosialisasi, Edukasi dan simulasi Standar Operasi Prosedur (SOP) bersama para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif serta melaunching/membuka Kembali Destinasi Wisata di Kabupaten yang sudah Zona Hijau seperti di Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Pulang Pisau dalam bentuk Kegiatan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman). Sasaran program reaktivasi wisata domestik diantaranya, Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kawasan Taman Nasional Sebangau  yang berada di Kota Palangka Raya, Museum Balanga Prov. Kalteng, Taman Budaya Prov. Kalteng dan Hotel, Homestay (Pondok Wisata), Restoran, Rumah Makan, Bioskop, Tempat Hiburan, Spa dan Salon Kecantikan .

Pemerintah Daerah Prov. Kalteng saat ini sedang menyusun dan akan mengeluarkan Peraturan Gubernur Kalteng tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Covid-19 khususnya di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam rangka pengawasan peningkatan jumlah kunjungan Wisatawan ke Kalteng. Hal tersebut dilakukan guna menjamin kebersihan, kesehatan, dan keselamatan (Clean, Healty and Safety) oleh  pelaku/pengelola usaha untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan  pengunjung terhadap destinasi pariwisata, serta usaha pariwisata yang ada di Kalteng, meningkatkan efektivitas pencegahan penyebaran wabah dan dampak Covid-19 kepada masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan usaha pariwisata yang ada di Kalteng, menjaga keberlangsungan usaha pariwisata agar bisa produktif kembali setelah mengalami dampak mendalam wabah Covid-19 dan mendorong Instansi terkait yang membidangi Pariwisata di Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah serta Para Pelaku Usaha Pariwisata untuk melakukan langkah-langkah sosialisasi dan  pengawasan dalam rangka penerapan protokol pelaksanaan usaha pariwisata dalam rangka pencegahan penyebaran dan dampak  Covid-19.(WDY/Foto:Ega)

 

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook