Biaya Pengembangan Komoditas Bawang Merah Mahal

Kontribusi dari Martiana Winarsih, 01 Juni 2018 20:55, Dibaca 347 kali.


MMCKalteng - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya, Ikhwansyah mengatakan, kebutuhan akan komoditas bawang merah di Kota Palangka Raya mengalami kenaikan cukup tinggi. Sementara untuk produksi dari sektor pengembangan komoditas bawang merah yang dilakukan selama ini, masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Palangka Raya.

Palangka Raya masih bergantung dari daerah lainnya untuk mendatangkan pasokan bawang merah ini, ungkapnya, Jum`at (1/06/2018). Dikatakan, pengembangan komoditas bawang merah yang dilakukan para petani harus memerlukan biaya yang cukup besar. Hal inilah salah satu sebab pengembangan komoditas bawang merah selama ini hanya sedikit prosentase produksinya.

(Baca Juga : Amankan Aset Pemkab Kobar, BPKAD Kobar Proses Pensertifikatan Aset Tanah)

Untuk biaya tanam dan pemeliharaan jenis komoditas ini cukup besar, sehingga petanipun tidak begitu luas mengembangkannya, sebut Ikhwansyah. Sedangkan dari pemerintah itu sendiri, hanya memberikan petani berupa bibit dan pupuk saja, namun seperti biaya operasional dan lainnya mutlak dari petani semuanya.

Harus diakui, dari pemeliharaannyapun cukup sulit untuk bawang merah ini. Sehingga perlakuannyapun harus ekstra. Terlebih bila terjadi serangan penyakit maka rentan gagal panen, jelas Ikhwansyah. Disebutkan, untuk produksi atau panen dari komoditas bawang merah di Kota Palangka Raya masih dilakukan secara bertahap, dimana dengan luasan kurang lebih satu hektar, hanya dapat panen tujuh sampai delapan kali saja. Terlebih hasil panen, ada yang dijadikan bibit untuk ditanam berikutnya, pungkas Ikhwansyah.

Martiana Winarsih

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook