Inflasi Kalimantan Tengah Maret 2018

Kontribusi dari Administrator, 03 April 2018 15:57, Dibaca 792 kali.


MMCKalteng - Dalam Rangka Koordinasi Penguatan Data statistik Sektoral di Provinsi Kalimantan Tengah, Kadis Kominfo provinsi Kalimantan Tengah Herson B Aden , melakukan koordinasi secara berkala dengan kepala Badan Pusat statistik Provinsi Kalteng Hanif yahya (3/4) . dalam kesempatan tersebut ka BPS Prov Kalteng memaparkan menyangkut Inflasi Provinsi Kalimantan Tengah Periode maret 2018 .  

Hanif Yahya menjelaskan bahwa selama Maret 2018, Palangka Raya terjadi inflasi sebesar 0,37 persen atau mengalami kenaikan indeks harga dari Februari 2018 (127,64) ke Maret 2018 (128,11). Inflasi di Palangka Raya didominasi oleh meningkatnya indeks harga kelompok pengeluaran bahan makanan (0,93 persen) dan sandang (0,46 persen). Laju inflasi tahun kalender (0,72 persen), didominasi oleh lonjakan kenaikan indeks harga kelompok sandang (1,49 persen) dan bahan makanan (1,25 persen). Sementara inflasi tahun ke tahun (2,30 persen), masih didominasi oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (5,58 persen) dan sandang (4,87 persen).

(Baca Juga : Berkontribusi Besar, Kadis Kominfo Ucapkan Terima Kasih Kepada Awak Media)

Di Sampit juga terjadi inflasi sebesar 0,31 persen atau mengalami kenaikan indeks harga dari dari Februari 2018 (132,27) ke Maret 2018 (132,68). Terjadinya inflasi terutama dipengaruhi oleh meningkatnya indeks harga kelompok pengeluaran kesehatan (1,37 persen) dan bahan makanan (0,93 persen). Sementara itu, terjadi deflasi pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,35 persen).

Laju inflasi tahun kalender di Sampit (1,15 persen) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (2,32 persen), lebih tinggi dibandingkan di Palangka Raya. Laju inflasi di Sampit terutama dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada kelompok kesehatan (3,13 persen) dan sandang (2,94 persen). Tingkat inflasi tahun ke tahun didominasi oleh lonjakan kenaikan indeks harga pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (6,35 persen) dan sandang (5,02 persen). Sementara itu, terjadi deflasi pada kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (1,18 persen) dan bahan makanan (0,44 persen).

Dari fluktuasi harga eceran komoditas pantauan selama Maret 2018, kelompok bahan makanan memiliki andil paling dominan terhadap inflasi di Palangka Raya (0,21 persen) dan di Sampit (0,25 persen). Meskipun kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan memiliki andil terhadap inflasi di Palangka Raya (0,04 persen), namun mengalami deflasi di Sampit (0,05 persen).

Administrator

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook