Pemprov Kalteng Lanjutkan Rakor Integrasi Terkait Covid-19 Dengan KPK-RI

Kontribusi dari Widia Natalia, 13 Mei 2020 14:03, Dibaca 235 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri didampingi Inspektur Provinsi Kalteng H. Sapto Nugroho, Ketua Harian Gugus Penanganan Covid-19 Kalteng Darliansjah, Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalteng Setia Pria Husada dan Plt. Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Provinsi Kalteng Suharno melakukan Rapat Virtual melalui Video Conference (Vidcon) dengan Korwil VI Koordinasi, Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK RI Asep Rahmat Suwanda, bertempat di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (13/05/2020).

Rapat tersebut merupakan rapat lanjutan terkait rapat koordinasi (Rakor) Pemberantasan Korupsi Terintegrasi yang telah dilaksanakan pada 5 Mei 2020 waktu yang lalu.

(Baca Juga : Lomba Festival Media Pertunjukan Rakyat, KIM, dan LCCK se-Kalteng Tahun 2019 Resmi Ditutup)

Rakor Program Percepatan Penanganan Covid-19 di wilayah Provinsi Kalteng saat ini diikuti juga oleh Inspektur Pembantu I Inspektorat Kemendagri Bachtiar Sinaga, Deputi Bidang Hukum Dan Penyelesaian Sanggah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP) Ikak Gayuh Patriastomo beserta Bupati/ Walikota se-Kalteng.

Hal-hal yang disampaikan oleh Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri kepada pimpinan KPK yakni pertama, menyampaikan perkembangan data Covid-19 di Kalteng sampai dengan Selasa, 12 Mei 2020 Pukul 15.00 WIB.

Fahrizal Fitri juga mengatakan bahwa saat ini Kota Palangka Raya telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari mulai tanggal 11 Mei sampai dengan 24 Mei 2020. Penerapan PSBB di Kota Palangka Raya memperhatikan jumlah konfirmasi positif Covid-19 yang terus bertambah banyak.

Sekda Provinsi Kalteng juga menyampaikan bahwa Gubernur Kalteng telah memerintahkan Bupati Kotawaringin Barat, Bupati Kotawaringin Timur dan Bupati Murung Raya untuk segera mengajukan PSBB ke Menteri Kesehatan melalui Gubernur.

Kedua, Fahrizal Fitri menuturkan bahwa sampai dengan saat ini awal Bulan Mei 2020 kesiapan Kalteng terkait dengan ketahanan pangan masih aman mulai dari ketersediaan beras, jagung, daging sapi/ kerbau, cabe, minyak goreng, gula, bawang merah, bawang putih, daging ayam, cabe rawit dan telur ayam.

Ketiga, Pemerintah Provinsi Kalteng telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar RP. 500.296.306.370,09 yang terdiri dari RP. 200.000.000.000 untuk penanganan kesehatan, RP. 70.296.306.370,09 untuk penanganan dampak ekonomi dan RP. 230.000.000.000 untuk jaring pengamanan sosial. Alokasi anggaran tersebut berasal dari BTT Provinsi sebesar RP. 20.296.306.370,09 dan Refocusing sebesar RP. 480.000.000.000.

Pemerintah Kabupaten Kota dalam hal ini juga telah mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 antara 30 M sampai 100 M.

Sampai dengan saat ini, anggaran penanganan Covid-19 Provinsi Kalteng telah disalurkan sebesar RP. 19.316.108.000 yang berasal dari anggaran BTT Provinsi Kalteng ke Perangkat Daerah yang menangani langsung dan tidak langsung pandemi Covid-19.

Keempat, terkait dengan penggunaan anggaran Penanganan Covid-19, Fahrizal Fitri mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng telah melibatkan APIP dan BPKP dalam mereviu RKB (Rencana Kerja Belanja) dana penanganan Covid-19. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak aparat penegah hukum serta membuat Nota kesepakatan antara Penerintah Provinsi Kalteng, Kejaksaan Tinggi Kalteng dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Kalteng tentang pendampingan penggunaan dana dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Kalteng.

Kelima, Sekda juga melaporkan kondisi saat ini RS Rujukan Covid-19 di Kalteng diantaranya RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, RSUD Murjani Sampit dan RSUD Muara Teweh.

Disampaikan juga bahwa Laboratorium BSL2 RSUD Doris Sylvanus telah berhasil melakukan pengujian spesimen Covid-19 sekitar 96 sampel setiap hari.

Terakhir, disampaikan juga mengenai bantuan dan distribusi APD dan masker bedah dari Pemerintah Pusat yang diterima Provinsi Kalteng telah didistribukan ke RSUD, RS swasta dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-kalteng.(WDY/Foto:Ega)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook