Kasus DBD Di Wilayah Pulang Pisau Masih Tergolong Minim

Kontribusi dari Kominfo Pulang Pisau, 23 Maret 2018 11:33, Dibaca 482 kali.


MMCKalteng - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pulang Pisau masih tergolong minim beberapa bulan Sepanjang Tahun 2018, Kasus DBD ditahun 2017 tercatat hanya terjadi empat kasus. 

Menurut dr. Pande Putu Gina selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau saat dikonfirmasi, Jumat (23/3) mengatakan kasus DBD pada tahun ini tergolong minim, dengan harapan masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pencegahan dengan 3M Plus yakini membersihkan, menguras, dan mengubur, plus Kegiatan lain yang dapat masyarakat terhindar dari bahaya gigitan nyamuk, seperti menggunakan kelambu saat tidur.

(Baca Juga : Temu Wajib Pajak dan Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Palangka Raya)

Dikatakannya, demam berdarah merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang berasal dari nyamuk, jika yang bersangkutan telah dinyatakan positif mengidap DBD hal yang penting diperhatikan adalah penderita tidak boleh kekurangan cairan, selain itu pengidap DBD harus diawasi setiap saat.

Masa kritis penderita DBD berada dihari keenam dan ketujuh pada saat-saat itulah fase yang agak paling berbahaya. Karena itulah, mengapa penderita DBD harus menjalani rawat inap selama tujuh hari, jika dihari ke tujuh trombositnya telah mengalami kenaikan artinya pasien telah dapat dinyatakan aman, jelasnya.

Ditahun 2020 mendatang merupakan tahun yang berbahaya dan perlu kewaspadaan tinggi bagi masyarakat di Wilayah Pulang Pisau terhadap bahaya DBD, karena ditahun tersebut merupakan siklus 5 tahunan DBD sehingga kemungkinan dapat dipastikan penderita DBD mengalami kenaikan, ungkap dr. Pande.

Ia berharap masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan memperhatikan 3M plus, mencegah lebih baik dari pada mengobati, harapnya. (MC. Pulang Pisau/sumber foto : Transhapakat.web.id/Ayu/Rj)

Kominfo Pulang Pisau

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook