Minimalisir Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Kobar Gelar Orientasi Maternal Death Notification Bagi Para Bidan

Kontribusi dari Diskominfo Kobar, 20 Februari 2020 10:06, Dibaca 245 kali.


MMCKalteng - Kobar - Audit Maternal Perinatal (AMP) adalah upaya dalam penilaian pelaksanaan serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu melalui pembahasan kasus kematian ibu sejak di masyarakat sampai di fasilitas pelayanan kesehatan. Kendala yang timbul dalam upaya penyelamatan ibu pada saat terjadi kegawatdaruratan kebidanan dan bayi baru lahir akan dapat menghasilkan suatu rekomendasi dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi di masa datang.

Oleh karena itu Dinas Kesehatan Kobar menggelar Kegiatan “Orientasi Maternal Death Notification” guna meminimalisir angka kematian ibu dan bayi baru lahir pada Kamis (20/2/2020). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Nova Eka Wondasari, SST.

(Baca Juga : Bupati Pulang Pisau Hadiri Launching Desa Pantang Mundur (Isen Mulang))

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kobar melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Ahmad Sulkan menyampaikan, melalui Surveilans Kematian Ibu (SKI) diharapkan semua kematian ibu dapat teridntifikasi, kemudian dianalisis sehingga menghasilkan rekomendasi, yang kemudian dilakukan penanggulangan (actions) berdasarkan informasi dan hasil temuan diatas.

“Apabila proses tersebut berjalan dengan baik akan terjadi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu yang ujungnya adalah penurunan Angka Kematian Ibu,” kata Ahmad Sulkan.

Ahmad Sulkan juga menambahkan, salah satu kunci kesuksesan SKI adalah pelaksanaan kajian AMP yang baik sehingga menghasilkan rekomendasi yang baik, yang akhirnya menghasilkan tindak lanjut atau respon yang baik pula.

“Untuk itu perlu dilaksanakan Orientasi Maternal Death Notification,” pungkasnya. (irawan/dinkes)

Diskominfo Kobar

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook