Memahami Konsep Gender dan Pengarusutamaan Gender dalam Isu Stunting Dengan Bimtek Pedoman Pelatihan PPRG

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 28 Agustus 2019 20:14, Dibaca 584 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Pembangunan perlindungan anak bertujuan untuk memenuhi hak anak Kalimantan Tengah (Kalteng). Menurut UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, pemenuhan hak anak mencakup hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan, mendapat perlindungan dari berbagai tindak kekerasan, eksploitasi, perdagangan anak, dan diskriminasi.

"Stunting menjadi isu Global, karena menyangkut investasi SDM suatu negara. Berdasarkan definisi menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), stunting adalah keadaan tinggi badan yang tidak sesuai dengan umur anak akibat kekurangan gizi dalam waktu lama yang diawali sejak masa janin hingga umur 2 tahun pertama kehidupan akibat tingginya prevelensi kekurangan gizi pada masa awal kehidupan tersebut berimbas pada kekurangan gizi kronis di usia sekolah serta resiko penyakit tidak menular (diabetes, obesitas, stroke, jantung) saat dewasa," jelas Kepala Dinas P3APP-KB dr. Rian Tangkudung, Selasa (27/8) di Aquarius Hotel.

(Baca Juga : Kalteng Lolos Tahap III Anugerah Pembangunan Daerah)

Kurangnya akses perempuan/Ibu pada makanan bergizi dapat disebabkan oleh mahal/tidak terjangkaunya panganan dan bahan pangan sehat, budaya lokal perempuan/ibu makan belakangan setelah anggota keluarga makan, pemahaman diet yang menyimpang pada remaja dan wanita.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, untuk isu stunting yang berkaitan dengan Pengarusutamaan Gender (PUG) pengintegrasian pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan laki-laki dan perempuan ke dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dari seluruh kebijakan, program dan kegiatan di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan," tuturnya.

Seperti yang diketahui bahwa, strategi PUG diperlukan untuk memastikan semua lapisan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan bisa terlibat dalam proses pembangunan sehingga diharapkan pembangunan yang dilaksanakan bisa bermanfaat untuk semua.

"Dengan uji coba bimbingan teknis pedoman pelatihan perencanaan dan penganggaran yang responsif gender untuk pencegahan stuntung. Diharapkan dapat memahami konsep gender dan pengarusutamaan gender dalam isu stunting dan mampu menganalisa strategi PUG dalam program dan kegiatan pencegahan stunting," ujarnya. (ARP)

 

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook