Pohon Ulin, Si Pohon Besi Terkenal Di Kalimantan

Kontribusi dari Misyuwe, 10 Februari 2018 09:04, Dibaca 5,113 kali.


MMCKalteng- Pohon Ulin dijuluki dengan sebutan pohon besi dan dikenal juga oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan sebutan kayu tabalien.

Sedikit mengingatkan kembali, bahwa Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud pernah datang ke Indonesia, ia juga pernah turut melakukan penanaman pohon ulin atau kayu besi bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Seusai penanaman pohon tersebut, Presiden Jokowi juga bercerita tentang harapanya agar hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi dapat sekuat kayu pohon ulin.

(Baca Juga : Gubernur Sampaikan Kalteng Siap Menjadi Penyangga Pangan Nasional)

Pohon Ulin memiliki nama ilmiah Eusideroxylon zwageri, pohon ini disebut pohon besi karena  merupakan kayu terkuat dari habitat aslinya, Pulau Kalimantan, kayu ulin juga sangat  tahan lama dalam penggunaannya, dan tahan rayap.

Karena terkenal kuatnya,  kayu Ulin biasanya digunakan sebagai bahan baku utama untuk membuat rumah bagi warga Kalimantan yang bermukim di daerah rawa dan perairan. Bahkan,hampir semua bagian rumah dibuat dengan kayu kuat ini. Atapnya juga dibuat dari potongan tipis kayu ulin, disebut atap sirap. Kayu besi ini juga dimanfaatkan sebagai bangunan kontruksi jembatan, tiang listrik, papan lantai, bantalan rel, pancang dermaga, saluran air, juga lambung kapal.

Kayu ulin bisa tetap utuh ratusan bahkan sampai ribuan tahun. Bahkan jika terpendam di tanah tentu usianya lebih lama dibanding di udara terbuka, karena pengaruh cuaca. Tak heran jika di Kalimantan banyak ditemukan batang kayu ulin yang terpendam di tanah namun masih utuh sampai sekarang.

Tinggi pohon bisa mencapai hingga 35-50 m dengan panjang batang bebas cabang 5-20 m, berdiameter  60-80 cm dan juga  bisa mencapai hingga 120 cm yang pada saat ini semakin sulit didapatkan di hutan. Kayu ini  juga tahan terhadap perubahan suhu, kelembaban dan pengaruh air laut sehingga sifat kayunya sangat berat dan khas, agak terpisah dari pepohonan lain dan dikelilingi jalur jalan melingkar dari kayu ulin. Di bagian bawah pohon ulin terdapat bagian yang berlobang.

Dilansir dari Tribun Kalteng, dan Kompas.com,  Pohon ulin yang ada saat ini memiliki tinggi 20 meter dan berdiameter 2,47 meter ini merupakan ulin terbesar di Indonesia, juga dunia. Pohon yang diperkirakan berumur 1.000 tahun ini menjadi ikon Wisata Alam Sangkima, bagian terluar dari Taman Nasional Kutai, hutan hujan tropis dataran rendah di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. 

Ulin adalah salah satu jenis kayu hutan tropikal basah yang tumbuh secara alami di wilayah sumatera bagian selatan dan Kalimantan. Kayu Ulin juga tersebar di kawasan Asia Tenggara, seperti Pulau Sumatera, Bangka Belitung, Kalimantan Kepulauan Sulu, Sabah, Serawak dan Pulau Palawan di Filipina diawal tahun 1900-an.

Kini populasi pohon ulin semakin langka, dan terancam punah. Dibeberapa negara lain pun dapat dikatakan punah. Hal ini terjadi akibat eksploitasi yang dilakukan secara besar-besaran dimasa yang lalu, sehingga menyebabkan harga kayu ini tergolong cukup mahal untuk didapat saat ini. Flora ini menjadi sumber daya alam yang dilindungi di tanah air dan perdagangan dan pemanfaatannya mendapat pengawasan serius dan ketat dari pemerintah khususnya. (Yuwe/ Berbagai Sumber/ Foto: Net)

Misyuwe

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook