Rencana Strategis Pembangunan 2 Tahun ke Depan Masa Pemerintahan Sugianto-Habib

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 26 Mei 2019 15:57, Dibaca 885 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - (26/5/2019) Masa Kepemimpinan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya menyisakan waktu 2 tahun lagi.

Terdapat beberapa rencana strategis pembangunan 2 tahun ke depan yang akan dilakukan selama sisa masa kepemimpinan Sugianto-Habib.

(Baca Juga : Pemprov Kalteng Ikuti Rakor Integrasi Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil)

Pada bidang tata ruang akan menambah proporsi kawasan APL (Area Penggunaan Lainnya) dari 20 persen menjadi 45 persen dengan merevisi SK Menteri LHK tentang penunjukan kawasan hutan disertakan dengan sertifikasi tanah masyarakat lokal dan kawasan perhutanan sosial.

Sedangkan untuk sektor infrastruktur seperti jalan akan dilakukan penyelesaian jalan nasional lintas tengah yang masih belum tembus (missing link) sepanjang 170 km yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah.

Kemudian penyelesaian jalan bebas banjir (pileslab) jalan nasional Palangka Raya - Buntok, Desa Bukit Rawi sepanjang 3 km yang menghubungkan kota Palangka Raya dengan 4 Kabupaten di Das Barito.

Pelebaran jalan nasional menjadi klasifikasi type 2.7.2 (bahu jalan kiri-kanan 2 m, lebar aspal 7 m) wilayah tengah (Kabupaten Kotim, Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Kapuas) dan wilayah timur (Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Murung Raya) dengan panjang total 600 km.

Untuk peningkatan jalan-jalan provinsi yang menuju pelabuhan, Kabupaten Pulang Pisau – Pangkoh – Bahaur menuju ke pelabuhan Roro Bahaur sepanjang 72 km. Peningkatan jalan Sampit – Samuda akses menuju pelabuhan pengumpan regional Bagendang sepanjang 35 km. Pembangunan jalan baru menghubungkan Basarang – Batanjung akses pelabuhan pengumpul batanjung sepanjang 52 km.

Peningkatan akses jalan yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Tengah dengan Provinsi Kalimantan Timur.

Pembangunan penambahan drainase induk kota Palangka Raya berupa 5 saluran primer sepanjang 8,3 km. Pembangunan saluran sekunder dan saluran lingkungan sepanjang 17 km.

Kemudian Pembangunan waduk PLTA di sungai muara joloi (Kabupaten Murung Raya), daerah genangan lebih kurang 12.600 ha dengan curah hujan rata-rata 3.198 mm/tahun dengan kapasitas 284 megawatt yang juga bisa dimanfaatkan untuk irigasi pertanian.

Pemerintah Provinsi merencanakan pembangunan pelabuhan samudra di salah satu lokasi yang menghadap langsung ke laut jawa.

Pemerintah provinsi akan meningkatkan beberapa bandara di Kalimantan Tengah khususnya bandara udara H. Asan Sampit, Bandara Udara Iskandar Pangkalan Bun dan pembangunan Bandara Udara di sebuai Kobar.

Percepatan realisasi pembangunan trase kereta api yang melintasi 5 kabupaten (Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Kapuas) sepanjang 425 km.

Untuk sektor pendidikan, rencana program Bidik Misi untuk tingkat SLTA sederajat, Bos Daerah, meningkatkan gaji guru honorer sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Percepatan pembangunan Rumah Sakit tipe A di jalan Tjilik Riwut km. 38 (di pintu masuk jalan ke lokasi Ibukota Pemerintahan baru) dengan skema pendanaan KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha).

Rencana food estate, bahwa Kalimantan Tengah telah mempersiapkan cadangan pangan untuk keperluan penyangga pangan rencana Ibukota, yaitu melalui program food estate, dengan rincian padi organik seluas 690.442 ha, jagung 100.000 ha, ternak sapi 100.000 ha, tebu 273.287 ha di Kabupaten Kotim 80.000 ha dan di Kabupaten Katingan 80.000 ha, singkong 40.000 ha.

Industri hilir, hilirisasi sawit dalam 2 tahun kedepan Provinsi Kalimantan Tengah akan menjadi daerah penghasil sawit terbesar di indonesia. Selama ini industri hilir sawit berada diluar Kalimantan, dengan Ibukota pemerintahan di Provinsi Kalimantan Tengah maka industri hilir kelapa sawit harus dikembangkan di Provinsi Kalimantan Tengah.

Pusat kawasan ekonomi khusus pariwisata (taman nasional tanjung putting). Pusat kawasan ekonomi khusus industri di desa sebuai Kabupaten Kotawaringin Barat, Desa Batanjung Kabupaten Kapuas dan Desa Sigintung Kabupaten Seruyan. Pusat per film-an asia tenggara di Kabupaten Katingan.

Memperjuangkan agar Provinsi Kalimantan Tengah terlibat dalam pengawasan PKP2B dan kontrak karya. Memaksimalkan pendapatan daerah melalui Sumbangan Pihak Ketiga (SPK), pajak Bahan Bakar Minyak (BBM) dan potensi pendapatannya lainnya.

Memperjuangkan berdirinya kantor pajak di Provinsi Kalimantan Tengah. Rencana pembangunan hotel bintang 5 dan stadion olahraga melalui skema pendanaan KPBU (Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha).

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook