Kadis Kesehatan Sampaikan Beberapa Langkah Untuk Meningkatkan Cakupan Imunisasi

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 22 April 2019 08:35, Dibaca 570 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya -  Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Dinkes Prov. Kalteng) gelar apel peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS) yang jatuh pada tanggal 25 April 2019 dan Pekan Imunisasi Dunia (PID) pada tanggal 24-30 April 2019, bertempat di halaman kantor Dinkes Prov. Kalteng, Senin (22/4).

Kepala Dinkes Prov. Kalteng  dr. Suyuti Syamsul., MPPM menyampaikan bahwa untuk bisa mencapai tujuan eliminasi malaria di Kalteng dan mempertahankan Kabupaten/Kota yang sudah eliminasi malaria perlu dukungan dan komitmen dari berbagai unsur mulai dari:

(Baca Juga : Data Terbaru Kasus Covid-19 di Kalteng : Sembuh 16 Orang, Terkonfirmasi Positif 47 Orang Dan 6 Orang Meninggal Dunia )

"1. Meningkatnya komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mewujudkan wilayahnya bebas malaria, 2. Meningkatnya komitmen Pemda untuk mempertahankan daerah yang sudah eliminasi malaria, 3. Meningkatnya peran aktif dan aksi nyata sektor swasta/dunia usaha dan pemangku kepentingan terkait dalam penyelenggaraan program eliminasi malaria di Indonesia, 4. Meningkatnya peran aktif organisasi kemasyarakatan dalam pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan Indonesia bebas malaria, 5. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pelaksanaan program eliminasi malaria", ucap dr. Suyuti saat membacakan sambutannya di hadapan peserta Apel.


Plt. Direktur RSJ Kalawa Atei ini juga menambahkan bahwa selain peringatan HMS 25, kita juga memperingati Pekan Imunisasi Dunia, Kementerian Kesehatan RI gencar lakukan imunisasi rutin lengkap mengingat masih ada anak Indonesia yang imunisasinya belum lengkap. Hal tersebut dikarenakan masih adanya orang tua yang kurang memahami manfaat dan pentingnya imunisasi serta adanya rumor isu negatif tentang vaksin.

"Menurut WHO sekitar 1,5 juta anak mengalami kematian tiap tahunnya karena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pada 2018, terdapat kurang lebih 20 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap dan bahkan ada anak yang tidak mendapatkan imunisasi sama sekali", ujar dr. Suyuti saat pimpin Apel HMS dan PID.


dr. Suyuti mengatakan bahwa tantangan program imunisasi yang ditemukan salah satunya adalah masih kurangnya pemahaman tentang manfaat imunisasi dan kerugian ekonomi akibat kecacatan atau kematian yang timbul apabila anak yang berada di lingkungan sekitar tidak mendapatkan imunisasi lengkap.

"Beberapa langkah untuk meningkatkan cakupan imunisasi adalah dengan meluruskan informasi yang tidak benar tentang imunisasi, memobilisasi semua sumber daya yang ada untuk mensosialisasikan manfaat imunisasi, memastikan pelayanan imunisasi mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat, dan meningkatkan pelayanan imunisasi yang bermutu dengan cakupan tinggi dan merata", lanjut Kepala Dinkes Prov. Kalteng.

Apel juga diisi dengan pembagian hadiah lomba duta malaria dan Sekolah bebas jentik yang diikuti oleh Siswa/Siswi Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Kota Palangka Raya, bekerja sama dengan Dinkes Kota Palangka Raya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya dan Disdik Prov. Kalteng untuk menjadi dewan juri dalam perlombaan Duta Malaria dan Sekolah Bebas Jentik. (ARP/Foto:ASEP)

 

 

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook