Gubernur Agustiar Sabran Salurkan Bantuan Pangan, Masker, Vitamin dan Air Bersih di Pulang Pisau

Kontribusi dari Ika Alqinaya, 26 September 2026 18:59, Dibaca 104 kali.


MMCKalteng – Pulang Pisau – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap di Kabupaten Pulang Pisau.

Bantuan disalurkan di sejumlah lokasi, yakni Desa Mintin, Stadion H.M. Sanusi, dan Jabiren, sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat di tengah musim kemarau dan dampak karhutla.

(Baca Juga : Kalah di Semifinal, Atlet Futsal Kalteng Tetap Melaju Perebutkan Medali Perunggu)

Di Desa Mintin, Pemprov Kalteng menyalurkan 500 paket bantuan pangan serta 1.000 masker dan vitamin. Sementara di Stadion H.M. Sanusi disalurkan 2.000 paket bantuan pangan, bantuan melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) kepada 1.330 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), serta 5.000 masker dan vitamin.

Selanjutnya, di wilayah Jabiren disalurkan 500 paket bantuan pangan serta 1.000 masker dan vitamin. Pemprov Kalteng juga menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 50.000 liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Dalam kegiatan di Stadion H.M. Sanusi, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya memastikan kondisi masyarakat tetap sehat, aman, dan kebutuhan dasarnya terpenuhi.

“Pemerintah tidak boleh hanya mendengar laporan dari jauh, tetapi harus hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan,” ujarnya.

Gubernur mengatakan, musim kemarau panjang dan karhutla telah berdampak terhadap kualitas udara serta ketersediaan air bersih. Karena itu, pemerintah terus berupaya memberikan dukungan melalui bantuan pangan, air bersih, perlindungan kesehatan, serta berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.


Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla. Menurutnya, upaya pencegahan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi pemerintah daerah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat.

Terkait kebutuhan air bersih, Agustiar meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan kebutuhannya kepada pemerintah agar dapat segera dicarikan solusi. Ketersediaan air tidak hanya penting untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat mendukung upaya penanganan kebakaran apabila terjadi di sekitar permukiman.

Dalam menghadapi kabut asap, Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan. Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan diminta segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang disediakan pemerintah.

“Jangan sampai ada masyarakat yang tidak mendapatkan pertolongan ketika sakit. Keselamatan dan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Agustiar turut mengingatkan pentingnya keberlanjutan pendidikan anak-anak di tengah kondisi yang dihadapi masyarakat. Kondisi ekonomi maupun lingkungan tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak untuk berhenti sekolah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden yang hadir mewakili Gubernur dalam penyaluran bantuan di Desa Mintin dan Jabiren menyampaikan salam serta perhatian Gubernur kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.

Ia mengatakan, dampak kabut asap tidak hanya dirasakan terhadap kesehatan dan pernapasan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan belajar anak-anak, pekerjaan, hingga perekonomian.


“Bapak Gubernur sangat memperhatikan kondisi dan kesejahteraan masyarakat, terlebih dalam situasi sulit seperti yang kita hadapi saat ini. Amanat Bapak Presiden juga jelas, bahwa kesejahteraan masyarakat adalah yang utama,” ujarnya.

Sekda menjelaskan, bantuan pangan, masker, vitamin, air minum, dan air bersih yang disalurkan merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi karhutla dan kabut asap.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, salah satunya Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) yang mencakup bantuan pangan, bantuan tunai, pendidikan, kesehatan, pelatihan kerja, serta berbagai bentuk pemberdayaan masyarakat.

Di tengah kondisi karhutla yang masih menjadi perhatian, Sekda mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak dengan sengaja membakar lahan atau hutan. Apabila melihat atau mengetahui adanya tindakan pembakaran, segera laporkan kepada camat, kepolisian, atau pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong sinergi seluruh pihak dalam menghadapi karhutla, tidak hanya melalui penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga dengan memperkuat upaya pencegahan dan meningkatkan kesadaran masyarakat. (IAQ/Foto: TRA/Ist)

 

Ika Alqinaya

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter