Sekilas Info
Kontribusi dari Anggelina Rentika Karolina, 30 Juli 2026 14:50, Dibaca 294 kali.
MMCKalteng – Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, menggelar konferensi pers bersama General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng Iwan Soelistijino, di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis (30/7/2026).
Konferensi pers tersebut menjadi forum penyampaian peta jalan (roadmap) pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan Tengah guna mengembalikan pasokan listrik ke kondisi normal.
(Baca Juga : Silahturahmi Dan Hasupa Hasundau Gubernur Bersama Generasi Milenial Kalteng)
Dalam keterangannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengawal percepatan pemulihan sistem kelistrikan melalui koordinasi intensif dengan PLN agar pasokan listrik kembali normal.
"Kegaduhan masyarakat Kalimantan Tengah adalah kegaduhan kami dan ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat juga menjadi perhatian kami. Karena itu, saya meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka sekaligus memastikan seluruh langkah percepatan pemulihan dilakukan secara maksimal. Masyarakat berhak mengetahui penyebab gangguan, progres penanganannya, serta kepastian kapan pelayanan listrik dapat kembali normal," tegas Gubernur.
Gubernur juga menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus mengawal proses pemulihan hingga pasokan listrik kembali normal.
"Saya meminta PLN mengerahkan seluruh sumber daya dan bekerja sesuai target yang telah ditetapkan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus mengawal proses pemulihan ini hingga pasokan listrik pulih. Kami berharap pelayanan kepada masyarakat kembali optimal sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan sebagaimana mestinya," pungkas Gubernur.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng Iwan Soelistijino, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pasokan listrik di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Gangguan pasokan listrik ini disebabkan oleh kendala teknis pada sejumlah unit pembangkit dalam sistem interkoneksi Kalimantan. PLN terus mengerahkan seluruh personel dan sumber daya untuk mempercepat pemulihan sehingga pasokan listrik dapat pulih sesuai target yang telah ditetapkan," ujar Iwan.
Iwan menjelaskan, gangguan pasokan listrik pada sistem interkoneksi Kalimantan dipicu oleh gangguan teknis yang terjadi hampir bersamaan pada tiga unit pembangkit sejak pekan ketiga Juli 2026.
"Gangguan pasokan listrik disebabkan oleh gangguan teknis pada tiga unit pembangkit utama dalam sistem interkoneksi Kalimantan, yakni kerusakan generator di PLTU Asam-Asam, kebocoran pipa boiler di PLTU PT SKS Listrik Kalimantan di Kabupaten Gunung Mas, serta gangguan sistem pelumasan turbin di PLTU PT Tanjung Power Indonesia di Tabalong. Kondisi tersebut mengurangi pasokan daya sehingga dilakukan pemadaman bergilir untuk menjaga keandalan sistem. Saat ini proses pemulihan terus berjalan. PLTU TPI Tabalong berkapasitas 100 MW telah kembali beroperasi sehingga durasi pemadaman berkurang dari rata-rata enam jam menjadi sekitar tiga jam per hari. Selanjutnya, PLTU PT SKS Listrik Kalimantan ditargetkan kembali beroperasi pada 5 Agustus 2026," jelas Iwan.
Iwan menambahkan, perbaikan PLTU Asam-Asam ditargetkan selesai pada 25 Agustus 2026 sebagai tahap akhir pemulihan sistem interkoneksi Kalimantan.
"Setelah perbaikan PLTU Asam-Asam selesai, cadangan daya pada sistem interkoneksi Kalimantan akan kembali memadai. Kondisi ini diharapkan meningkatkan keandalan pasokan listrik sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung secara normal," tutur Iwan.
Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan PLN, proses pemulihan sistem kelistrikan diharapkan berjalan sesuai target sehingga pasokan listrik kembali normal dan pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung optimal. (ARK/Foto:GIO)
Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.