Musprov VIII KADIN Kalteng Resmi Dibuka, Wagub Edy Pratowo Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Kontribusi dari Ika Alqinaya, 10 Juli 2026 14:02, Dibaca 1,070 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo secara resmi membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di Batang Garing Ballroom, Hotel Best Western Palangka Raya, Jumat (10/7/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musprov VIII KADIN Kalimantan Tengah. Menurutnya, forum tersebut merupakan momentum strategis bagi dunia usaha untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan generasi muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

(Baca Juga : Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Pacu Hilirisasi Sektor Industri)

"Kalimantan Tengah memiliki kekayaan sumber daya alam serta keragaman budaya dan kearifan lokal yang menjadi modal besar bagi pembangunan daerah. Namun, potensi tersebut harus dikelola secara bijaksana, berkelanjutan, dan bertanggung jawab agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Edy Pratowo mengatakan, Musprov VIII KADIN menjadi wadah penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam memperkuat dunia usaha sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Ia berharap tema Musprov tahun ini, "Sinergi Dunia Usaha untuk Mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Sejahtera", tidak hanya menjadi slogan, tetapi mampu melahirkan aksi nyata dalam mengoptimalkan potensi daerah secara berkeadilan dan berkesinambungan.


Lebih lanjut, Wakil Gubernur menegaskan bahwa tema tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak pada khususnya serta masyarakat Kalimantan Tengah pada umumnya (Manggatang Utus), dengan semangat kearifan lokal dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Berlandaskan falsafah Huma Betang, saya berharap KADIN terus melahirkan wirausaha yang tangguh, produktif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing," katanya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk melaksanakan pembangunan secara adil dan merata melalui Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk turut mengawal pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, Edy mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia beserta berbagai program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Ketahanan Pangan, Sekolah Rakyat, dan program strategis lainnya.

"Saya yakin, melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Kalimantan Tengah akan semakin maju, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045," pungkasnya.


Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi KADIN Indonesia Taufan Eko Nugroho Rotorasiko mengatakan KADIN memikul tanggung jawab besar sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Menurutnya, di tengah ketidakpastian ekonomi global, Kalimantan Tengah mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen pada tahun 2025. Namun, pertumbuhan tersebut harus diiringi dengan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas serta penurunan angka kemiskinan.

Ia menjelaskan, KADIN Indonesia telah menetapkan target jangka panjang selama 15 hingga 18 tahun ke depan, yakni meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat Kalimantan Tengah hingga tiga kali lipat atau mencapai kisaran Rp10 juta per bulan, sekaligus menurunkan angka kemiskinan hingga di bawah 3 persen.

Untuk mewujudkan target tersebut, KADIN Indonesia mengusung empat pilar arah kebijakan, yaitu mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air; mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui kemitraan dengan UMKM; memastikan pertumbuhan yang inklusif; serta menjalankan pembangunan berkelanjutan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Kalimantan Tengah tidak boleh lagi hanya dikenal sebagai penghasil bahan baku mentah. Hilirisasi harus menjadi gerakan ekonomi bersama yang mencakup komoditas kelapa sawit, hasil hutan, hingga sektor pertambangan dan mineral,” ujarnya.

Melalui Musprov VIII ini, KADIN juga memperkenalkan peta potensi investasi daerah yang lebih terdiversifikasi, mulai dari sektor agroindustri hingga perdagangan karbon (carbon trading), untuk dipromosikan kepada jejaring investor internasional, termasuk dari Tiongkok dan India, dengan tetap mengedepankan kearifan lokal sebagai landasan pembangunan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Wilayah Kalimantan KADIN Indonesia Andi Yuslim Patawari, Ketua Umum KADIN Kalimantan Tengah H. Rahmat Nasution Hamka, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Anang Dirjo, unsur Forkopimda, Ketua Panitia Hardianto Abednego, kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, pimpinan perbankan, ketua asosiasi dan organisasi profesi, organisasi kepemudaan, serta anggota PHRI. (IAQ/Foto: Fry)

Ika Alqinaya

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter