Sekilas Info
Kontribusi dari Diskominfo Kabupaten Seruyan, 27 April 2026 19:40, Dibaca 392 kali.
MMCKalteng – Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan mengikuti paparan dan penilaian kinerja percepatan penurunan stunting oleh tim penilai Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting di Aula Bapperinda Seruyan, Senin (27/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Seruyan, Supian.
Kegiatan turut dihadiri oleh Plh. Sekretaris Daerah Bahrun Abbas serta jajaran perangkat daerah terkait. Agenda kegiatan meliputi pemaparan data kinerja stunting Kabupaten Seruyan, tanggapan dari tim penilai Provinsi Kalimantan Tengah, serta diskusi dan klarifikasi lanjutan dari pihak kabupaten.
(Baca Juga : Kondisi Bayi Laki-laki yang Ditemukan Depan Rumah Warga Dalam Keadaan Sehat dan Stabil)
Dalam paparannya, Wakil Bupati Seruyan Supian menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting menjadi prioritas utama pemerintah daerah yang dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa Pemkab Seruyan telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis sebagai landasan utama dalam upaya tersebut.
“Guna mempercepat penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten Seruyan menghadirkan enam regulasi strategis yang saling berkesinambungan sebagai fondasi kebijakan daerah,” ujar Supian.
Ia merinci, regulasi tersebut meliputi penetapan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting, pemberian paket bantuan pangan (natura) bagi keluarga berisiko stunting, pembentukan kelompok kerja (Pokja) teknis, pembentukan tim audit kesehatan ibu dan bayi, pembentukan tim evaluasi kasus stunting, serta penandatanganan nota kesepahaman lintas instansi untuk pelayanan kesehatan calon pengantin sebagai langkah pencegahan dini.
Selain itu, Pemkab Seruyan juga memperkuat sinergi lintas sektor melalui kerja sama dengan berbagai pihak. “Sebagai bentuk komitmen nyata, kami melalui Dinas Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan RSUD Kuala Pembuang, IDI, IBI, serta fasilitas kesehatan swasta untuk memperkuat sistem rujukan dan standarisasi layanan pemeriksaan ibu hamil (ANC),” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh. “Melalui kolaborasi ini, diharapkan penanganan stunting di seluruh wilayah Seruyan menjadi lebih cepat, tepat, dan terintegrasi mulai dari tingkat dasar hingga rujukan rumah sakit,” tambahnya.
Dalam paparannya, Supian juga menyoroti penguatan perlindungan ibu dan anak melalui dua regulasi strategis, yakni pembentukan Tim Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) serta Pokja Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). “Sinergi ini merupakan komitmen nyata daerah dalam menekan angka kematian ibu dan bayi demi generasi masa depan yang lebih sehat,” tegasnya.
Terkait capaian, ia menyampaikan bahwa progres Aksi Konvergensi tahun 2025 Kabupaten Seruyan telah mencapai 90 persen. Meski demikian, capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 97,35 persen.
“Perlu kami sampaikan bahwa selisih ini murni disebabkan oleh kendala teknis dalam pendataan calon pengantin. Kegiatan di lapangan tetap berjalan secara intensif, namun karena luasnya wilayah Seruyan dan keterbatasan akses internet di beberapa titik, terjadi keterlambatan dalam migrasi data dari formulir manual ke sistem aplikasi,” ungkapnya.
Dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting, peran Corporate Social Responsibility (CSR) juga dioptimalkan melalui tiga fokus utama intervensi. “Pertama, pemenuhan gizi spesifik bagi ibu hamil, menyusui, dan balita. Kedua, penguatan layanan kesehatan seperti dukungan operasional posyandu dan penyediaan air bersih. Ketiga, pendampingan nutrisi berkelanjutan sebagai komitmen jangka panjang perusahaan,” jelasnya.
Mengakhiri paparannya, Wakil Bupati Seruyan menegaskan bahwa seluruh capaian yang disampaikan merupakan wujud nyata kerja keras di lapangan. “Seluruh capaian ini bukan sekadar angka, melainkan dedikasi kami untuk memastikan setiap keluarga di Seruyan mendapatkan layanan yang layak,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan optimisme ke depan dalam upaya penurunan stunting. “Kami sadar tantangan masih besar, namun dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan kolaborasi lintas sektor yang kuat, Kabupaten Seruyan siap bersinergi demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin ‘BERKAH’ dan bebas stunting,” pungkasnya. (MMCSeruyan/IH)/Edt:UL
Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.