Wisuda Gelombang I Tahun 2026 UMPR, Launching Program D-1 Pertanian, dan Ground Breaking UMPR Hall: Dorong SDM Unggul dan Ketahanan Pangan Kalteng

Kontribusi dari Dewi Rosmeity , 23 April 2026 14:32, Dibaca 60 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya – Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) menggelar Wisuda Gelombang I Tahun 2026 sekaligus Launching Program D-1 Pertanian serta Ground Breaking UMPR Hall, bertempat di Halaman Kampus-2 UMPR, Jalan Anggrek Lingkar Luar Mahir Mahar, Palangka Raya, Kamis (23/4/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menekankan bahwa tantangan dunia kerja saat ini semakin kompetitif, terlebih di era digitalisasi dan persaingan global. Para lulusan diharapkan mampu beradaptasi, berinovasi, serta memiliki keberanian dalam menghadapi perubahan.

(Baca Juga : Diskominfo Kalteng Lakukan Pembinaan Bidang IKP di Sukamara)

“Persaingan lebih keras, tetapi jangan takut. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha, berikhtiar, dan berdoa,” tuturnya.

Wagub juga mengingatkan pentingnya kepekaan terhadap isu-isu global, termasuk dinamika geopolitik dunia yang berdampak pada ekonomi, seperti kenaikan harga energi dan gangguan distribusi bahan bakar minyak. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, bersama Polda dan Kodam Tambun Bungai, telah membentuk tim khusus untuk pengawasan distribusi BBM guna mencegah penimbunan. Selain itu, pemerintah daerah juga terus melakukan langkah stabilisasi harga pangan melalui inspeksi mendadak (sidak), pasar murah, serta penyaluran bantuan pangan.

Terkait kondisi iklim, ia menyampaikan bahwa BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini akan lebih kering dan panjang akibat fenomena El Nino. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta menggelar apel kesiapsiagaan.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menegaskan bahwa Kalimantan Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Ia mengajak para lulusan untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan di daerah sendiri.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Kalteng bersama UMPR tengah menyiapkan Program D-1 Pertanian yang mencakup bidang agroforestri, teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pascapanen. Program ini dirancang dengan pola pembelajaran 70 persen praktik lapangan dan 30 persen teori di kelas.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bank Kalteng juga menyiapkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus mahasiswa untuk mendorong lahirnya wirausaha muda dan penciptaan lapangan kerja baru.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan UMPR Hall (Wham Pier Hall), yaitu gedung pertemuan berkapasitas sekitar 7.000 orang tanpa tiang tengah dengan nilai pembangunan mencapai Rp51,4 miliar yang bersumber dari dana internal kampus. Wakil Gubernur Kalimantan Tengah menyampaikan apresiasi atas pengembangan infrastruktur tersebut dan berharap keberadaan gedung ini dapat menjadi fasilitas strategis yang mendukung kegiatan akademik, kemahasiswaan, serta berbagai kegiatan publik di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya pada masa mendatang.


Sementara itu, Rektor UMPR, Muhammad Yusuf, dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini UMPR memiliki 11.600 mahasiswa yang tersebar pada 42 program studi di 15 fakultas dengan tiga kampus. Universitas juga didukung oleh 263 dosen, di mana 93 bergelar doktor atau kandidat doktor, 25 profesor, serta 50 dosen yang sedang menempuh studi lanjut.

Ia menjelaskan bahwa UMPR terus melakukan penguatan kualitas pendidikan dan pengembangan institusi, termasuk rencana pembukaan akademi komunitas bidang pertanian sebagai dukungan terhadap program pemerintah daerah. Program ini ditargetkan melatih sekitar 2.000 lulusan SMA/SMK setiap tahun dengan pembelajaran berbasis praktik.

Selain itu, UMPR juga merencanakan pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan daerah, seperti pertambangan dan perkebunan, guna mendukung pembangunan ekonomi Kalimantan Tengah.

Ia juga menegaskan bahwa sistem pembelajaran di UMPR mengedepankan keseimbangan antara teori dan praktik agar lulusan siap menghadapi dunia kerja. UMPR juga terus memperluas akses pendidikan hingga wilayah pedalaman Kalimantan Tengah.


Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Prov. Kalteng antara lain Kapendam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Syawaludin, Auditor Madya Itwasda Kombes Pol Nur Khamid, serta sejumlah pejabat OPD Provinsi Kalteng.

Hadir pula Direktur Kelembagaan Kemendikbudristek Muhammad Najib, Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Muhammad Akbar, perwakilan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Harun Joko Prayitno, serta tokoh pendidikan, akademisi, dan jajaran PW Muhammadiyah Kalimantan Tengah. (Dw/Foto:Asf)

Dewi Rosmeity

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook