Program Makan Bergizi Gratis di Kobar Jangkau 9.200 Penerima Manfaat, Dorong Ekonomi Lokal

Kontribusi dari Diskominfo Kobar, 12 Maret 2026 15:36, Dibaca 162 kali.


MMCKalteng - Pangkalan Bun - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia mulai memberikan dampak nyata di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 9.200 penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik dan masyarakat nonpeserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta balita melalui sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kobar, Maulina Peavangesti, menjelaskan bahwa program MBG merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi yang baik sejak dini.

(Baca Juga : Pengamanan Prima Satpol PP Kalteng Sukses Kawal Tumbuk Hatampar Championship)

“Program MBG merupakan salah satu program prioritas dalam Asta Cita Bapak Presiden RI yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui kecukupan gizi, khususnya bagi anak sekolah serta sebagai langkah preventif menurunkan angka stunting pada ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” ujar Maulina, di Kantor SPPG Madurejo, Kamis, (12/3/2026).

Program ini menyasar dua kelompok penerima manfaat, yakni peserta didik dan nonpeserta didik. Peserta didik mencakup anak dari jenjang PAUD, Kelompok Bermain (KB), TK, SD, SMP/MTS, SMA/MA hingga santri. Sementara kelompok nonpeserta didik meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi.

Di Kabupaten Kobar sendiri, saat ini telah tersedia tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pusat pengolahan dan distribusi makanan bergizi. Dari jumlah tersebut, lima SPPG sudah beroperasi, sedangkan dua lainnya dijadwalkan mulai beroperasi setelah Lebaran.

Maulina menyebutkan bahwa SPPG yang telah berjalan saat ini telah melayani 36 sekolah dan lima posyandu di wilayah Kobar. Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat yang telah dilayani mencapai sekitar 9.200 orang, baik dari kalangan peserta didik maupun nonpeserta didik.

Selain meningkatkan kesehatan masyarakat, program MBG juga membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. Relawan yang bekerja di SPPG sebagian besar berasal dari masyarakat lokal, khususnya dari kelompok ekonomi desil 1 dan desil 2, sehingga program ini juga memberikan dampak sosial bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Program ini juga menjadi bentuk penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal dengan memberdayakan mereka sebagai relawan di SPPG. Prioritasnya tentu masyarakat yang berada pada desil satu dan dua agar manfaat program bisa dirasakan lebih luas,” tambahnya.

Dari sisi ekonomi, pelaksanaan MBG juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Bahan baku makanan yang digunakan dalam penyediaan menu bergizi dipasok oleh pelaku usaha lokal seperti petani, nelayan, hingga UMKM melalui kerja sama dengan gapoktan, koperasi, dan BUMDes.

Dalam pelaksanaannya, anggaran program MBG dibagi menjadi dua kategori porsi, yakni porsi kecil dan porsi besar, yang disesuaikan dengan kebutuhan kalori penerima manfaat berdasarkan usia. Untuk porsi kecil yang diberikan kepada TK, siswa SD kelas 1–3, serta balita, anggaran bahan baku sebesar Rp8.000, operasional Rp3.000, dan fasilitas Rp2.000.

Sementara untuk porsi besar yang diberikan kepada siswa SD kelas 4–6, SMP, SMA, serta ibu hamil dan ibu menyusui, anggaran bahan baku sebesar Rp10.000, dengan tambahan Rp3.000 untuk operasional dan Rp2.000 untuk fasilitas. Perbedaan anggaran ini disesuaikan dengan kebutuhan kalori penerima manfaat yang berbeda berdasarkan usia dan kondisi.

Dengan bertambahnya dua SPPG baru yang akan beroperasi setelah Lebaran, jumlah penerima manfaat program MBG di Kabupaten Kobar diperkirakan akan terus meningkat, sehingga diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong pembangunan sumber daya manusia yang lebih sehat dan produktif. (Dsy/Diskominfo Kobar)/Edt:UL

 

Diskominfo Kobar

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook