Sekilas Info
Kontribusi dari ADMIN, 04 Februari 2026 21:19, Dibaca 171 kali.
MMCKalteng - Palangka Raya - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat kinerja perdagangan luar negeri daerah menunjukkan perkembangan yang signifikan dengan capaian neraca perdagangan yang tetap surplus.
Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani, di Palangka Raya, pada Rabu (4/2/2026) menyampaikan bahwa capaian tersebut merujuk pada data resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan data tersebut, total aktivitas perdagangan internasional Kalteng sepanjang tahun 2025, baik ekspor maupun impor, tercatat mencapai 3.577,94 juta Dolar AS.
(Baca Juga : Bupati Seruyan Resmi Buka Seminar Koperasi Merah Putih Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat)
"Neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah pada Januari-Desember 2025 mengalami surplus sebesar 3.502,54 juta Dolar AS," kata Norhani
Norhani menilai capaian ini mencerminkan arah kebijakan pembangunan daerah yang berjalan dengan baik dibawah kepemimpinan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo serta sinergi antar perangkat daerah dalam mendorong sektor perdagangan, baik domestik maupun internasional.
"Catatan positif ini tentu menjadi bukti keseriusan Pemprov Kalteng dibawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wagub Edy Pratowo yang tak hanya fokus terhadap pembangunan ekonomi dari sisi perdagangan dalam negeri, tetapi juga luar negeri," ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalteng terus berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki serta memanfaatkan peluang pasar global agar aktivitas perdagangan luar negeri tetap tumbuh dan tren positif tersebut dapat berlanjut hingga tahun 2026.
Secara rinci, nilai ekspor Kalteng selama Januari–Desember 2025 tercatat sebesar 3.540,24 juta Dolar AS, sementara nilai impor berada pada angka 37,70 juta Dolar AS.
Komoditas unggulan ekspor Kalimantan TengahKalteng pada periode tersebut antara lain batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah, bijih zirkonium, niobium, tantalum, kayu lapis, serta lignit. Negara tujuan utama ekspor meliputi Jepang, India, dan Tiongkok.
Norhani juga memaparkan bahwa nilai ekspor dari sektor industri pengolahan Kalteng sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 912,47 juta Dolar AS, atau berkontribusi sebesar 25,77 persen terhadap total nilai ekspor daerah.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, nilai ekspor hasil industri pengolahan mengalami peningkatan sebesar 226,74 juta Dolar AS atau tumbuh sebesar 33,07 persen.
Beberapa komoditas utama dari sektor industri pengolahan yang diekspor antara lain minyak kelapa sawit, kayu olahan, karet remah, kayu lapis, bungkil dan residu, serta kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian.
Sementara itu, komoditas impor Kalteng didominasi oleh aspal, mesin ekstraksi, mesin freeze dryer, ketel uap, sapi, berbagai jenis mesin, serta mesin motor tempel. Adapun negara asal utama komoditas impor selama Januari–Desember 2025 berasal dari Malaysia, Singapura, dan Tiongkok. (MTD)