Generasi Z Mendominasi Internet, Hoaks Ikut Mengintai!

Kontribusi dari ADMIN, 10 Desember 2025 11:15, Dibaca 894 kali.


MMCKalteng - Dunia digital memberi kebebasan tanpa batas bagi siapa saja untuk mengakses dan menyebarkan informasi. Namun, ruang yang terbuka ini juga meningkatkan risiko kejahatan siber, terutama penyebaran hoaks. Informasi palsu dapat mengubah cara pandang, memicu kecemasan, hingga memengaruhi keputusan publik. Karena itu, kemampuan melindungi diri dari hoaks menjadi keterampilan penting di era informasi.

Perubahan cara masyarakat mengonsumsi berita memperkuat tantangan ini. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025 mencatat jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 229 juta jiwa, didominasi oleh Generasi Z (25,54%), disusul Generasi Milenial (25,17%), dan Generasi Alpha (23,19%). Aktivitas daring terbanyak yaitu mengakses media sosial (24,8%), diikuti mendapatkan berita/informasi terkini (15,04%), transaksi online (14,95%), dan mengakses hiburan (14,68%). Dominasi akses media sosial dan berita inilah yang menjadi jalur cepat penyebaran hoaks.

(Baca Juga : Mengawal Kebhinekaan di Era Jurnalisme Digital)

Media sosial memiliki peran penting dalam penyebaran hoaks. Sebab, media sosial merupakan platform yang efektif dalam menyebarkan informasi dan siapa pun dapat membuat informasi tanpa dikekang oleh seperangkat aturan. Adanya kebebasan akses informasi pada media sosial ini yang membuat hoaks lebih mudah tersebar. Belum lagi, para pengguna media sosial cenderung lebih reaktif dalam memberikan komentar terhadap suatu informasi, yang akhirnya membuat berita hoaks lebih cepat viral

Untuk itu, penting bagi pengguna memahami perbedaan berita faktual dan hoaks. Berita faktual memiliki dasar data dan sumber jelas, sedangkan hoaks memanfaatkan foto atau video yang dimodifikasi serta narasi yang menyesatkan. Beberapa langkah sederhana untuk melindungi diri antara lain:
• Diverifikasi Sumber Berita: Akses berita dari berbagai media untuk mendapatkan perspektif yang lebih lengkap.
• Verifikasi Sumber: Selalu periksa sumber berita sebelum mempercayainya, terutama jika kalian tidak mengenalnya.
• Periksa Keseluruhan Artikel: Jangan hanya membaca judul, tetapi baca seluruh artikel untuk memastikan informasinya akurat.
• Periksa Fakta: Periksa data, klaim, serta tanggal publikasi untuk memastikan informasi masih relevan dan benar.
• Berbicara dengan Berbagai Orang: Bertukar pandangan dengan berbagai pihak agar pemahaman terhadap isu semakin objektif.

Hoaks adalah ancaman di tengah tingginya akses informasi digital. Dengan membiasakan diri melakukan verifikasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum pasti, kita dapat membantu menjaga ruang digital tetap sehat. Kolaborasi untuk menjaga integritas informasi menjadi kunci terciptanya ekosistem digital yang aman, cerdas, dan lebih terpercaya. (MTD)

ADMIN

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook