Promkes RSUD Kapuas Lakukan Penyuluhan Kesehatan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD)

Kontribusi dari DISKOMINFO KABUPATEN KAPUAS, 13 Desember 2018 07:54, Dibaca 1,177 kali.


MMCKalteng - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kapuas melakukan Penyuluhan Kesehatan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD), Rabu (11/12) lalu. Penyuluhan tersebut merupakan kegiatan rutin Promosi Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS).

Terkait meningkatnya jumlah pasien yang terkena Demam Berdarah di Kabupaten Kapuas sehingga ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), maka pihak Rumah Sakit melakukan penyuluhan kesehatan untuk memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Kapuas tentang penanganan dan pencegahan penyakit Demam Berdarah. Adapun yang menyampaikan penyuluhan pada kesempatan itu adalah dr. Edwin Bima Putra Lius selaku Dokter Umum RSUD Kapuas. Ia menerangkan bahwa Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorhagic Fever (DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypty.

(Baca Juga : Gubernur Kalteng Berikan Bantuan Masker Untuk Masyarakat)

Ciri - ciri nyamuk aedes aegepty antara lain berwarna hitam dengan belang-belang putih, biasa menghisap darah pada pagi sampai sore hari, dan berkembang biak di tempat penampungan air yang tidak berhubungan langsung dengan tanah. Tempat berkembangbiaknya biasanya berada di tempat-tempat penampungan air atau bak mandi, sampah penampung air, pakaian yang digantung, dan penampungan air di dispenser.

Gejala Demam Berdarah seperti mendadak panas dua sampai tujuh hari, sering terasa nyeri pada ulu hati, diikuti timbulnya bintik merah pada kulit, kadang disertai pendarahan pada hidung, mungkin terjadi muntah darah, apabila parah, penderita gelisah, tangan dan kaki dingin dan berkeringat. Siklus demam seperti pelana kuda, pada fase tiga hari pertama panas tinggi, di hari ke empat sampai lima akan turun drastis, hal tersebut yang patut diwaspadai karena merupakan fase kritis dan perlu penanganan pihak rumah sakit, kemudian hari ke enam sampai tujuh merupakan fase penyembuhan.

Penanganan Awal yang dapat dilakukan yaitu Minum air yang banyak, Kompres untuk menurunkan suhu tubuh panas, Berikan obat untuk penurun panas, dan Segera ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Cara Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD dilakukan dengan cara “3M” yaitu Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti Bak mandi atau WC, drum, dll. (M1), Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, yaitu Gentong Air, Tempayan, dll (M2), dan Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan (M3).

Pencegahannya dengan memakai obat nyamuk, fogging atau penyemprotan pembasmi nyamuk dari dinas terkait, tidak menggantung pakaian yg jadi tempat nyamuk, dan penggunaan bubuk abate untuk membunuh nyamuk di air tergenang dan tempat penampungan air. Ia juga menerangkan bawa perlu dingat untul cara penggunaan Bubuk Abate yang benar yaitu Untuk tempat-tempat air yang tidak mungkin atau sulit dikuras, satu gram bubuk abate untuk 10 liter air selama tiga bulan, dan Air yang telah ditaburi dengan bubuk abate tidak boleh terminum.

"Demam Berdarah dapat terjadi dimana saja, tidak memandang status sosial masyarakat miskin maupun kaya. Jadi jagalah kebersihan lingkungan disekitar anda untuk menghindari penularan penyakit demam berdarah," pungkasnya.(rsud/hmskominfo)

DISKOMINFO KABUPATEN KAPUAS

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook