Ada Apa dengan SPBE

Kontribusi dari Gusti Mahfuz, 03 Desember 2018 08:57, Dibaca 960 kali.


 

Setahun terakhir ini Pemerintah dan Pemerintah Daerah semakin gencar menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Eleketronik (SPBE) atau dalam istilah E-Government (E-Gov), pemerintah digital, online pemerintah atau pemerintah transformasi. Tujuannya tidak lain adalah penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta berbagai hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan.

(Baca Juga : Media Pembelajaran sebagai Sarana Penyalur Pesan)

Agar semangat dan pertumbuhan pengalihan sistem pemerintahan terarah secara benar, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia pada tanggal 9 Januari 2018 telah mengeluarkan Permenpan & RB Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Pedoman Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Adapun tujuan dilakukannya evaluasi SPBE adalah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif, efisien, dan berkesinambungan, perlu dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Evaluasi penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terhadap 640 instansi pemerintah pusat, daerah, badan dan lembaga pemerintah telah dilaksanakan dan dibagi dalam lima kelompok pada 9 Juli hingga 3 Agustus 2018. Proses penilaian terhadap pelaksanaan SPBE untuk menghasilkan suatu nilai Indeks SPBE yang menggambarkan tingkat kematangan (maturity level) dari pelaksanaan SPBE di setiap instansi. Adapun tujuan evaluasi ini adalah untuk meningkatkan kinerja pemerintah yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ruang lingkup penyelenggaraan SPBE di instansi pemerintah yang telah dievaluasi mencakup kebijakan internal, tata kelola, dan layanan SPBE masing-masing aspek memiliki jumlah indikator penilaian berbeda yang berjumlah 35 indikator.

Tingkat kematangan pada kapabilitas proses terdiri dari lima tingkat yaitu rintisan, terkelola, terstandardisasi, terintegrasi dan terukur, optimum. Sedangkan tingkat kematangan pada kapabilitas fungsi teknis terdiri lima tingkat yaitu informasi, interaksi, transaksi, kolaborasi, dan optimalisasi. Setiap tingkat (level) memiliki karakteristik masing-masing yang dapat secara jelas membedakan antara tingkat satu dengan tingkat yang lain. Karakteristik pada tingkat (level) yang lebih tinggi mencakup karakteristik pada tingkat (level) yang lebih rendah.

Serangkaian evaluasi SPBE telah dilakukan dan dianalisa oleh Kemenpan dan RB sehingga melahirkan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tanggal 2 Oktober 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Perpres ini sekaligus menjawab mengapa harus SPBE, bagaimana prosedur penerapan aplikasi yang bertebaran sebagai hasil inovasi, serta jaminan keamanan penyelenggaraan E-Gov. Sebab, SPBE harus dilaksanakan dengan prinsip: efektivitas, keterpaduan, kesinambungan, efisiensi, akuntabilitas, interoperabilitas dan keamanan.

Ketujuh prinsip di atas memerlukan kecermatan dan komitmen bersama antara pemerintah dan pemerintah daerah, salah satunya adalah penerapan aplikasi sebagai jalan tol sistem digital. Perpres 95 tahun 2018 pasal 34 telah membagi Aplikasi SPBE menjadi dua kategori yakni umum dan khusus. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah ketersediaan dan kevalidan data, manajemen, TIK, pengetahuan, sumber daya manusia, perubahan dan layanan SPBE. 

Perpres ini pun telah menetapkan penyusunan Arsitektur SPBE Nasional untuk diselesaikan paling lambat 6 (enam) bulan setelah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional untuk periode tahun 2020 - 2024.(syatkmf)

Penulis : Dr. H. Suwarno Muriyat, S.Ag.M.Pd (Plt.Kadis Kominfo Kabupaten Kapuas)

 

Gusti Mahfuz

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook