Kembangkan Sistem Kurikulum

Kontribusi dari Gusti Mahfuz, 12 Maret 2019 14:25, Dibaca 355 kali.


Pendidikan sebagai alat untuk memberikan rangsangan supaya potensi peserta didik dapat berkembang sesuai dengan harapan. Selanjutnya tujuan penggalian potensi-potensi tersebut, sehingga menjadi aktual dan dapat diraih. Penggalian potensi ini melalui proses interaksi yang berlangsung. Interaksi peserta didik dalam lingkungan social meliputi saling memerlukan, saling bergantung, dan saling membutuhkan satu sama lain, serta mempunyai kesadaran moral dan keagamaan. Untuk itu, sekolah dapat mendukung interaksi terhadap kehidupan. Lingkungan kehidupan yang dilalui menuntut penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap, kebiasaan, apresiasi tertentu. Rincian ini dapat dimuat dalam kurikulum.

Caswell (1974) mengembangkan konsep kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau pekerjaan mengembangkan kurikulum yang bersifat interaktif. Dalam pengembangan kurikulum, Caswell (1974) menekankan pada partisipasi guru, berpartisipasi dalam menentukan kurikulum, menentukan struktur organisasi dari penyusunan kurikulum, dalam merumuskan pengertian kurikulum, merumuskan tujuan, memilih isi, menentukan kegiatan belajar, desain kurikulum, dan menilai hasil. Di samping itu, Sukmadanata menjelaskan empat pertanyaan pokok yang menjadi inti kajian kurikulum, yaitu: 1) tujuan pendidikan yang manakah yang ingin dicapai oleh sekolah? 2) pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disediakan untuk mencapai tujuan tersebut? 3) bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan tersebut secara efektif? 4) bagaimana menentukan bahwa tujuan tersebut telah tercapai?

(Baca Juga : Inovasi Meraih Sukses)

Pertanyaan pokok di atas dapat diarahkan pada kurikulum rekonstruksi sosial yang lebih menekankan pada masalah yang dihadapi peserta didik dalam kehidupan masyarakat. Konsepsi kurikulum tersebut mengemukakan bahwa pendidikan bukan merupakan upaya sendiri, melainkan merupakan kegiatan bersama, interaksi, dan kerja sama. Interaksi dan kerja sama dapat terjadi pada peserta didik dengan tenaga pendidik, peserta didik dengan peserta didik, peserta didik dengan orang-orang di lingkungannya. Dengan adanya kerja sama dan interaksi ini diharapkan peserta didik berusaha memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya, baik masalah pribadi maupun sosial, sehingga nantinya diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih stabil.

Masyarakat dalam lingkungan budaya akan turut menciptakan budaya. Begitu pula dengan peserta didik, selain berinteraksi juga hidup dalam lingkungan budaya. Untuk itu, peserta didik harus mempelajari budaya dan budaya dapat menjadi sumber isi kurikulum. Budaya ini meliputi semua disiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan, nilai-nilai adat-istiadat, perilaku. Selain itu, ada tiga pendekatan terhadap peserta didik sebagai sumber kurikulum, yaitu kebutuhan peserta didik, perkembangan peserta didik, serta minat peserta didik. Dalam pengembangan kurikulum bertolak dari kebutuhan-kebutuhan peserta didik, tingkat-tingkat perkembangan peserta didik, serta hal-hal yang diminati peserta didik.

Peran kurikulum sebagaimana yang diungkapkan Hamalik (2011), yakni konservatif (mewariskan nilai-nilai dan budaya), kreatif (mengembangkan potensi siswa), kritis dan evaluatif (menyeleksi budaya). Peran ini berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab kurikulum sebagai salah satu komponen dalam pendidikan yang memuat tentang arah dan tujuan pendidikan. Kurikulum dikembangkan untuk mempersiapkan peserta didik dapat hidup sesuai dengan norma-norma masyarakat dan pemberian pengalaman supaya peserta didik dapat mengembangkan kemampuannya sesuai dengan minat dan bakat. Harapan kurikulum dapat menjawab setiap tantangan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Pada akhirnya setiap peserta didik memiliki keterampilan-keterampilan sesuai dengan bidang spesialisasi. Oleh karena itu, diperlukan cara dan strategi dalam pengembangan sistem kurikulum.(syatkmf)

Gusti Mahfuz

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook