Workshop Revolusi Mental di Lingkungan Prov. Kalteng

Kontribusi dari BPSDM Kalteng, 29 Juli 2021 08:00, Dibaca 109 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya -  ASN Berbudaya dan Bermental Birokrasi Bersih, Melayani, dan Reponsif bukanlah sebuah keniscayaan. Di tengah kondisi dunia yang sedang terombang-ambing dalam pusaran badai VUCA dan adanya pandemi Covid-19 tentunya berdampak ke semua aspek, tak terkecuali di bidang birokrasi dan pelayanan sektor publik. Kondisi yang kian rumit dan terciptanya keterbatasan jarak membuat masyarakat sebagai tujuan utama pelayanan publik membutuhkan fasilitas yang mudah diakses, bersifat digital, serta pelayanan cepat dan responsif. Dalam menciptakan ASN yang berpola kerja prima, BPSDM Prov. Kalteng menyelenggarakan Workshop Revolusi Mental di Lingkungan Prov. Kalteng secara daring di kantor setempat, Jalan AIS. Nasution No . 2 Palangka Raya, Kamis (29/7/2021).

Revolusi Mental merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden melalui Program Gerakan Nasional Revolusi Mental yang masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Sebagai pengejawantahan Instruksi Presiden, LAN melahirkan Peraturan Kepala LAN terkait Pelatihan Revolusi Mental yang tertuang dalam Perkalan Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Revolusi Mental Untuk Penguatan Budaya Birokrasi Yang Bersih, Melayani, dan Responsif. Hal tersebut disampaikan Pj Sekretaris Daerah Prov. Kalteng H. Nuryakin saat membuka Workshop Revolusi Mental.

(Baca Juga : Resiko Lonjakan Kenaikan Kasus Penyebaran Covid-19 di Kalimantan Tengah)


“Ada suatu hal yang muncul dalam kata revolusi yakni sebuah harapan. Kini, kata revolusi tersemat dalam frasa Revolusi Mental, ada harapan dari kita sebagai institusi pembina Pengembangan dan Pelatihan ASN, yang salah satunya adalah Pelatihan Revolusi Mental ini, dimana harapan yang tinggi tersebut berasal dari seluruh stakeholder, khususnya dari publik terhadap hasil akhir pelatihan. Proses pelatihan ini memiliki tujuan untuk menciptakan ASN yang mentalnya telah terbekali kompetensinya yakni cara pandang, cara pikir, dan melaksanakan transformasi budaya kerja yang cepat, dan mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, bersih, dan responsif,” tegasnya.


Dalam laporannya, Kepala BPSDM Prov. Kalteng, Sri Widanarni menyampaikan bahwa semua elemen masyarakat berharap pada pelatihan ini, khususnya kepada alumni, diharapkan bisa memenuhi ekspektasi masyarakat akan pelayanan publik yang baik. Pelatihan Revolusi Mental tentunya bukan pelatihan biasa, pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan alumni yang berpengetahuan luas, tangkas, dan mampu membuat perubahan. Dengan telah mengikuti pelatihan ini, alumni pelatihan diharapkan mampu melakukan revolusi (perubahan cepat) dalam bidang pekerjaan di organisasi masing-masing. Kelak para alumni pelatihan akan mampu mendiagnosa bagaimana mental kerja ASN dan bagaimana ritme kerja birokrasi organisasi masing-masing.

Pelatihan Revolusi Mental memiliki kebijakan terbaru yakni adanya penguatan budaya Reformasi Birokrasi yang betul-betul dimatangkan dalam tagline Bersih, Melayani, dan Resposif. Mindset bahan ajar dan proses pelatihan yang menekankan aspek tusi ASN sebagai pelayanan publik telah berlangsung dan sudah terbiasa selama 4 tahun belakangan ini. Pada tahun 2021, pelatihan Revolusi Mental tidak hanya diarahkan pada pelayanan publik semata namun juga lebih diarahkan pada penguatan budaya birokrasi bersih, birokrasi melayani, dan birokrasi yang responsif.

Pelatihan Revolusi Mental akan lebih difokuskan lagi dimana di dalam kurikulum, sudah dipikirkan agar peserta bisa mencapai kemampuan memperkuat budaya birokrasi. Bahkan inti kurikulumnya adalah agenda mengelola diri (mendiagnosa sikap mental untuk menemukan kendala atau mental block yang bisa menghalangi dalam mewujudkan birokrasi bersih, melayani, dan responsif) apakah butuh pembenahan. Pelatihan ini pun akan membekali peserta dengan kemampuan teknis dan manajerial untuk mendiagnosa organisasi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Teknis dan Sosial Kultural Aparatur Sipil Negara, Caca Syahroni menyampaikan workshop ini merupakan wadah untuk bersosialisasi, peleburan hasil pikir, sekaligus melaksanakan penyamaan persepsi dalam Pedoman Pelatihan Revolusi Mental. Acara ini sekaligus juga sebagai bentuk konsolidasi antara LAN dan BPSDM Prov. Kalteng bersama-sama berdiskusi menghasilkan satu persepsi dengan pengajar untuk memberikan yang terbaik bagi pelatihan Revolusi Mental. (Rendy BPSDM / Dewit BPSDM).

BPSDM Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook