Selamat Hari Guru Nasional, Wujudkan Kalteng Cerdas

Kontribusi dari Elga Arya Putra, 25 November 2017 14:28, Dibaca 807 kali.


MMCKalteng - Bila dikaitkan dengan Visi Misi Gubernur Kalimantan Tengah, KALTENG CERDAS, Gubernur H. Sugianto Sabran meminta agar urusan pendidikan diurus dengan benar, cepat dan tepat sasaran. Bahkan Gubernur muda ini meminta Dinas Pendidikan menangani dua hal mendasar, yaitu membenahi manajemen sekolah dengan cara memenuhi kebutuhan pokok untuk proses belajar dan mengajar dipenuhi. Kedua, mengoptimalkan kualitas guru yang saat ini masih banyak perlu ditingkatkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Slamet Winaryo, dalam wawancara dengan salah satu media online Kalteng menyatakan bahwa potret pendidikan di Kalteng selama ini kurang fokus digarap karena program yang dilaksanakan kurang menyentuh pada akar persoalan.

(Baca Juga : Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan H. Nurul Edy Hadiri Pelantikan Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia Prov. Kalteng Periode 2020-2023)

“Menangani pendidikan, paling tidak menyasar pada fasilitas pendidikan dan kecukupan kebutuhan guru. Faktor tangible atau penampakan layanan sekolah fisik harus dibenahi, karena kalau fasilitas terpenuhi dan memadai, lalu kebutuhan guru sudah happy, jika dua hal ini tercapai ya misi pendidikan Kalteng yang ditekankan Gubernur  akan landing, berjalan dengan baik sesuai harapan semua pihak,” katanya.

Menjadikan Kalteng Cerdas, dua hal prioritas harus benar-benar diperhatikan, mutu pendidikan dan daya saing layanan pendidikan. “Dua hal itu yang benar-benar harus kita kejar, yaitu meningkatkan mutu pendidikan, baik mutu sarana dan prasarananya, juga mutu pengajarnya. Setelah itu, kita tingkatkan daya saing anak didik kita,” Kata Kadis Diknas Provinsi Kalteng , Slamet Winaryo.

Jumlah Guru di Kalteng 34.712 Orang dan jumlah siswa 475.810 siswa (Kemendiknas 2016), dengan rasio guru : siswa 1: 14 kesimpulannya Kalimantan Tengah tidak kekuarangan guru sama sekali, hanya penyebarannya yang tidak merata. Rasio ini bahkan secara nasional menurut data Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP), rasio perbandingan antara guru dan murid di Indonesia adalah yang terendah di dunia. Sedangkan data UNESCO 2014 menetapkan perbandingan 1 : 26 untuk negara-negara Asia, dan 1 : 24  untuk negara-negara yang berpenghasilan menengah.

Persoalan pendidikan memang bukan hal yang mudah untuk diurai, namun semangat dan niat baik untuk membenahi merupakan modal baik. Kondisi keuangan untuk mengatasi penggajian guru kontrak masih terbatas. APBD Provinsi Kalteng harus menanggung gaji guru pasca pelimpahan kewenangan dari 14 kabupaten/kota jumlahnya sekitar 3.500 guru kontrak.

Perhatian besar Gubernur Kalteng terhadap pendidikan juga harus berbagi dengan kebutuhan APBD Provinsi terhadap pembangunan insfrastruktur yang saat ini menjadi fokus utama pembangunan daerah. Untuk itu Gubernur Kalteng pun berupaya agar pihak swasta melalui program CSR-nya atau kepedulian sosialnya, mau meringankan beban ini. Gubernur juga melobi agar ada tambahan DAU dan DAK dari pemerintah pusat khususnya bidang pendidikan.

Peran stakeholders pendidikan sangat dibutuhkan demi memujudkan Indonesia yang lebih cerdas, sumber daya manusia yang memiliki daya saing di tengah persaingan global.

Pemerintah, Pemerintah Daerah, Ormas, NGO, Lembaga Swasta, Pemerhati Pendidikan, dan Masyarakat perlu bergandeng tangan dan mengurangi rasa saling curiga demi percepatan tujuan mulia, Indonesia Cerdas, Kalimantan Tengah Cerdas, Selamat Hari Guru Nasional ! Selamat HUT PGRI !

 

(Egha / Foto Kiriman Apn / dari berbagai sumber)

Elga Arya Putra

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook