Sinergitas Pemprov Kalteng Dengan KKP Turunkan Angka Stunting Melalui Gerakan Safari Gemarikan

Kontribusi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah, 11 April 2021 15:59, Dibaca 197 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadislutkan) Provinsi Kalimatan Tengah (Prov. Kalteng) Ir. H. Darliansjah, M.Si menghadiri kegiatan Safari Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) pada hari Minggu (11/4/2021) di Aula Rujab Walikota Palangka Raya. Kegiatan safari Gemarikan ini dihadiri Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Direktur Usaha dan Investasi Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Palangka Raya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dan Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya.

Dalam sambutannya, H. Darliansjah memberikan apresiasi yang luar biasa terkait kegiatan Safari Gemarikan ini dan tentu saja membutuhkan semangat bersama untuk bersinergi baik Pusat, Provinsi, maupun Daerah. Safari Gemarikan ini menjadi bentuk motivasi bersama untuk memenuhi kecukupan gizi masyarakat, khususnya di Kota Palangka Raya.

(Baca Juga : Satgas PDB Karhutla Tingkatkan Patroli, Sosialisasi dan Edukasi)

Pada tahun 2020, angka stunting Prov Kalteng sebesar 16,7 %, mengalami penurunan sebesar 15,6 % dari tahun 2019 yang mencapai 32,30 %. Di tahun yang sama, angka stunting di Kota Palangka Raya sebesar 22,3 %, mengalami penurunan sebesar 1,9 % dari tahun 2019 yang mencapai 24,2 %.

Darliansjah mengatakan, “Penurunan ini merupakan kerja keras kita baik upaya, program, dan kegiatan dalam rangka menekan angka stunting dan gizi buruk di Kalimantan Tengah dan Kota Palangka Raya khususnya. Pada momentum ini kita harus berkomitmen dan bergerak bersama dengan upaya-upaya penurunan angka stunting dan gizi buruk, baik melewati pembinaan terhadap pengolah ikan dan mendorong rumah makan lebih berinovasi dalam menyajikan makanan khas Kalimantan Tengah,” ucapnya.

Pada kesempatan ini pula, ia menyampaikan hasil Rapat Kerja Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2021 yang dilaksanakan tanggal 5 sampai dengan 6 April 2021 di Bandung, dimana ada 3 prioritas KKP pada tahun 2021-2024 antara lain:

1. Peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan,

2. Pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan, dan

3. Pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal.

Sejalan dengan hasil Rakernas tersebut, H. Darliansjah menjelaskan bahwa Pemerintah Prov. Kalteng melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Kalteng telah memprogramkan:

1. Rencana Program Pengembangan Kawasan Shrimp Estate di Kalimantan Tengah, dengan luasan lokasi 54.149,65 ha, meliputi 6 kabupaten, yaitu: 1). Kabupaten Sukamara, 2). Kabupaten Kotawaringin Barat, 3). Kabupaten Seruyan, 4). Kabupaten Kotawaringin Timur, 5). Kabupaten Pulang Pisau, dan 6). Kabupaten Kapuas.

2. Program Pengembangan Ikan Lokal di Kalimantan Tengah dengan luasan lokasi 320.569,93 ha, meliputi 10 kabupaten, yaitu: 1). Kabupaten Sukamara komoditi ikan Betok, 2). Kabupaten Kotawaringin Barat komoditi ikan Gabus, 3). Kabupaten Lamandau komoditi ikan Baung, 4). Kabupaten Kotawaringin Timur komoditi ikan Jelawat, 5). Kabupaten Seruyan komoditi ikan Belida, 6). Kota Palangka Raya komoditi ikan Baung, 7). Kabupaten Pulang Pisau komoditi ikan Betok, 8). Kabupaten Kapuas komoditi ikan Betok, 9). Kabupaten Barito Selatan komoditi ikan Toman, dan 10). Kabupaten Barito Timur komoditi ikan Betok.

3. Revitalisasi Budidaya Perikanan di Kawasan Food Estate, dengan luasan lokasi 3.064,30 ha yang tersebar di 2 kabupaten, yaitu: 1). Kabupaten Pulang Pisau dan 2). Kabupaten Kapuas.

4. Revitalisasi Balai Benih Ikan (BBI) Air Payau dan Air Tawar di 14 kabupaten/kota, produksi benih ikan dari BBI se-Kalimantan Tengah semula 7.004.900 ekor per tahun diproyeksikan menjadi 20.821.000 ekor per tahun setelah dilakukan revitalisasi.

“Gemarikan ini kita lakukan secara bersama dan masif, dilakukan oleh seluruh stakeholder tidak hanya di Kota Palangka Raya tetapi seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah dan secara mandiri pelaku-pelaku usaha melakukan gerakan memasyarakatkan makan ikan,” tutup H. Darliansjah. (Adt/ Foto: AR)

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook