Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kalteng Menjadi Narasumber di Seminar Nasional LKK PMKRI Cabang Palangka Raya

Kontribusi dari Widia Natalia, 27 Januari 2021 11:32, Dibaca 307 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) H. Nurul Edy mewakili Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya menghadiri sekaligus menjadi Narasumber pada kegiatan Seminar Nasional Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Palangka Raya "Sanctus Dionisius" Tahun 2021. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula PSBB Jalan Intan Palangka Raya, Rabu (27/01/2021).

Seminar Nasional mengusung Tema "Tantangan dan Harapan Program Food Estate Bagi Masyarakat". Sedangkan, LKK mengusung Tema “Meneguhkan Semangat 6 Identitas Kader Dalam Mencapai Sensus Christi”.

(Baca Juga : Wagub Serahkan Naskah Rancangan APBD TA 2019)

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng H. Nurul Edy memaparkan mengenai Gambaran Umum Kalteng dan Pengembangan Food Estate. Sebelum melanjutkan paparannya, H. Nurul Edy mengutarakan bahwa dunia dikagetkan dengan munculnya pandemi covid-19 yang dampaknya bukan hanya di Indonesia tetapi juga seluruh dunia yang berakibat dalam semua sektor yang salah satunya dengan masalah pangan dunia.

Salah satu langkah strategis bagaimana Indonesia mempersiapkan ketahanan pangan Nasional dan Kalteng menjadi salah satu Provinsi yang dipilih untuk menangani permasalah ketahanan pangan tersebut. H. Nurul Edy juga pernah menyampaikan berjalan dengan itu, Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran telah mengatakan kepada Presiden Republik Indonesia (RI) dan seluruh jajaran Pemerintah Pusat bahwa Kalteng siap menjadi penopang pangan Nasional baik dari ketersedian lahan dan sumber daya manusianya.

"Apa yang harus dipersiapkan dan dilakukan terhadap program food estate yang dipercayakan Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah adalah dengan melibatkan masyarakat Kalteng secara penuh sehingga dapat menunjang program ini yang tentunya menjadi pelaku utama", ucap H. Nurul Edy.

"Pemerintah juga mengajak generasi muda untuk ikut dalam meningkatkan ekonomi kreatif dan mau menjadi petani milenial, disamping menguasai Informasi Teknologi, dapat juga menguasai alat-alat yang modern, mampu mengolah hasil tani, bisa memproduksi hasil pertanian, serta pemasarannya yang tentunya profesi petani merupakan profesi yang membanggakan dan dapat meningkatkan perekonomian", jelas H. Nurul Edy.

H. Nurul Edy menyampaikan berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng Tahun 2020, Persentase Penduduk yang Bekerja di Sektor Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Perburuan dan Perikanan sejak Tahun 2018-2020 yakni pada Bulan Februari 2018 sebanyak 38,58%, Bulan Februari 2019 sebanyak 38,11% dan pada Bulan Februari 2020 sebanyak 35,93%. Sementara, Persentase Penduduk yang Bekerja menurut Lapangan Pekerjaan Utama (Februari 2020) yakni sektor perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan sebanyak 35,93%, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebanyak 15,95% dan sektor Administrasi pemerintahan sebanyak 8,17%.

H. Nurul Edy menyampaikan bahwa terjadi penurunan Nilai Tukar Petan i(NTP) komoditas hortikultura pada Bulan September 2020 yang disebabkan karena terjadi panen raya berbagai jenis tanaman buah-buahan secara bersamaan, sehingga harga jual menjadi murah.

 

Lebih lanjut H. Nurul Edy memaparkan mengenai Tujuan dan Sasaran Food Estate di Kalteng. Food Estate di Kalteng bertujuan untuk membangun kawasan food estate melalui pengembangan komoditas utama (padi), hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan yang berdaya saing, ramah lingkungan dan modern per cluster +  1.000 ha. Selain itu, mendorong sinergitas dengan stakeholders dalam pengembangan food estate, mendorong terbentuknya kelembagaan petani berbasis korporasi dan pengelolaan ALSINTAN secara Brigade per cluster  +  1.000 ha.

Sasaran Food Estate di Kalteng yakni untuk meningkatnya luas tanam dan produksi komoditas utama (Padi) yang dikembangkan, meningkatnya nilai tambah komoditas pendukung  (Hortikultura, Perkebunan,  Peternakan dan Perikanan), terbentuknya Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) dalam pengembangan komoditas pertanian dan memperkuat kerjasama dan sinergi antar petani dengan stakeholders terkait.

Lokasi pengembangan food estate 30.000 ha Ddi Prov. Kalteng TA. 2020, berada di Kabupaten Pulang Pisau 10.000 ha dan Kabupaten Kapuas 20.000 ha.

“Pilot Percontohan Litbang di Pandih Batu Pulpis + 1.000 ha dan di Bataguh Kapuas + 1.000 Ha. Pilot Percontohan KSP + 1.000 ha di Dadahup A5”, tambah H. Nurul Edy.

Konsep pengembangan kawasan Food Estate di Prov. Kalteng berbasis korporasi petani.

Turut hadir mendampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Prov. Kalteng yakni Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Kalteng Uria Nanyu Ludjen. (wdy&rinto/foto:Rinto)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook