Kominfo Kalteng Gelar Talkshow Terkait Vaksin Covid-19

Kontribusi dari Widia Natalia, 06 Januari 2021 21:46, Dibaca 340 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (DiskominfoSantik) Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) menggelar Talkshow terkait vaksin Covid-19, bertempat di Gedung Smart Province (GSP), DiskominfoSantik Prov. Kalteng, Rabu (06/01/2021). Talkshow kali ini mengangkat topik Selamat Datang Vaksin di Tanah Berkah.

Hadir sebagai Narasumber Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalteng dr. Suyuti Syamsul, MPPM secara virtual dari Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Moderator pada Talkshow ini adalah Plt. Kepala Dinas KominfoSantik Prov. Kalteng Agus S. Djunaidy.

(Baca Juga : Plt. Sekdis Kominfo Kalteng Ikuti Program Literasi Vaksin Covid-19 Bersama KIP dan KPCPEN)

Diketahui, sebanyak 14.680 dosis vaksin Covid-19 telah tiba di Prov. Kalteng pada hari Selasa tanggal 05 Januari 2021. Vaksin Covid-19 tersebut telah disimpan di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Prov. Kalteng. Vaksin Covid-19 tahap pertama diperuntukkan untuk seluruh tenaga kesehatan dan tenaga lainnya yang bekerja di fasilitas kesehatan baik milik Pemerintah Daerah, TNI/Polri dan swasta yang ada di Kalteng.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalteng Suyuti Syamsul memaparkan terkait perencanaan vaksinasi Kalteng. Suyuti Syamsul menyampaikan tahapan-tahapan pendistribusian vaksin menyesuiakan dengan ketersediaan vaksin.

Untuk tahap pertama, didahulukan untuk tenaga kesehatan karena tenaga kesehatan pada dasarnya merupakan kelompok yang paling rentan. Untuk tahapan berikutnya diperuntukan untuk anggota TNI, Polri dan ASN yang memberikan pelayanan publik.

Lebih lanjut Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalteng menyampaikan, Vaksin normalnya membutuhkan beberapa waktu dan beberapa tahun penelitian. Dalam situasi pandemi, ada prosedur yang dikeluarkan oleh WHO yang disebut dengan Otorisasi penggunaan darurat.

Otorisasi penggunaan darurat diberikan oleh masing-masing Instansi, Lembaga yang bertanggung jawab pada pemberian ijin edar atau ijin penggunaan di masing-masing Negara. Di Indonesia, yang mempunyai kewenangan adalah BPOM yang berada di Pusat.

“Jadi mereka akan melakukan penelitian, tata cara produksi, melihat bukti-bukti hasil, apakah uji klinis, memenuhi syarat efektivitas vaksin, keamanan vaksin, mereka akan mengeluarkan otorisasi, setelah itu ada baru bisa digunakan”, tutur Suyuti Syamsul.

Sampai saat ini, yang ada baru persetujuan untuk distribusi.

“Kita masih menunggu”, ungkapnya.

Rencananya pada tanggal 13 Januari 2021, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan para Menteri akan disuntik.

“Tetapi ada syaratnya, Presiden akan disuntik kalau sudah ada ijin dari BPOM. Tidak boleh disuntikan tanpa ada ijin BPOM”, tambahnya.

Indonesia saat ini sedang proses mengimpor beberapa merek vaksin, tidak hanya Sinovac. Di Indonesia sendiri vaksin yang sudah masuk saat ini adalah Sinovac.

Dalam hal ini, produsen harus bisa membuktikan bahwa vaksin itu aman, efektif dan efisien. Jika produsen tidak bisa membuktikan maka tidak akan diberikan ijin oleh BPOM.

Terkait tren di masyarakat yang mengganggap vaksin Covid-19 tidak aman, Suyuti Syamsul mengutarakan agar masyarakat harus berpikir positif.

“Jika terus diundur, tidak dipaksakan, itu artinya Negara, dalam hal ini diwakili oleh lembaga BPOM betul-betul integritasnya dapat diyakini, karena kalau misalnya integritasnya tidak bagus, sudah disetujuinya dari kemaren-kemaren. Ini yang harus dipahami. BPOM tidak memberikan ijin kerena belum memenuhi syarat yang diminta”, pungkas Suyuti Syamsul.

Begitu ada otorisasi dari BPOM, secara legal dan formal, vaksin Covid-19 aman dan efektif.

Disampaikan juga oleh Suyuti Syamsul, Vaksin Covid-19 itu isinya adalah virus yang sudah dimatikan.

“Potensi inveksinya tidak ada sama sekali”, jelasnya.

Terkait jumlah vaksin sebanyak 14.680 dosis untuk tenaga kesehatan di Kalteng. Dibandingkan dengan tenaga kesehatan yang ada di Kalteng saat ini, pada awalnya cukup. Karena awalnya sasaran tenaga kesehatan yang menerima vaksinasi menurut Undang-Undang adalah Dokter, perawat dan Sarjana kesehatan, fisioterapis atau sebanyak 22 profesi. Namun dalam perkembangan, ketika dilakukan koordinasi dengan Pemerintaj Pusat, disampaikan jangan hanya 22 profesi tersebut.

Selain itu, mengenai keampuhan vaksin dalam bekerja, konsepnya vaksinasi massal itu adalah membentuk kekebalan di masyarakat, bukan kekebalan individu. Kekebalan masyarakat menurut teori bisa terjadi jika vaksinasi dilakukan hingga 80 persen.

Untuk tahap pertama ini, tenaga kesehatan untuk vaksinasi tidak serentak dilakukan. Akan dibagi menjadi beberapa tahapan yakni tidak akan selesai pada tanggal 14-15 Januari 2021 saja.

Pada tanggal 14 Januari akan dilaksanakan ceremony vaksinasi, berdasarkan arahan dari Presiden RI, Menteri Dalam Negeri dan Kepala Satuan Tugas Pusat, dimana Pimpinan Daerah nantinya akan di imunisasi pertama kali dengan tujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin yang digunakan dan meningkatkan rasa aman masyarakat untuk di vaksinasi. Prov. Kalteng sendiri juga akan melakukan vaksinasi pertama sesuai dengan arahan Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran, vaksinasi dilaksanakan di Kantor Gubernur Kalteng.

“Harapannya nanti, itu akan dilakukan koordinasi dengan Forkopimda, tokoh masyarakat maupun tokoh agama. Dalam hal ini, Pemerintah di Kalteng, sesuai dengan arahan Pak Presiden dan Menteri Dalam Negeri adalah harus Gubernur. Sesuai dengan yang sudah disampaikan, bahwa kontraindikasi pemberian vaksin ini salah satunya yang pernah terkonfirmasi positif, sehingga Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur tidak memenuhi syarat untuk menerima vaksin. Kita menunggu arahan beliau, pemberian vaksinasi diwakilkan kepada siapa”, tandasnya.

Alasan Indonesia saat ini memilih vaksin Sinovac, karena sistem penyimpanan vaksin di Indonesia, rantai dingin yang ada di Tanah Air, sanggupnya untuk kelasnya Sinovac. Sinovac bisa disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius. Untuk jenis vaksin lainnya, ada yang membutuhkan suhu sampai – 80 Derajat.

“Kita nga siap, maka kita memilih sinovac yang lebih adaftif dengan sistem kita, suhu 2-8 derajat. Dalam situasi darurat”, pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalteng berharap kepada masyarakat Kalteng, ada tanggung jawab untuk membantu sesama manusia dengan cara mengikuti vaksinasi.

“Melindungi kita dan melindungi orang lain. Jangan khawatir, vaksin ini aman, kalau nanti sudah ada otorisasi penghunaan dari BPOM itu artinya aman. Yakinlah, Pemerintah tidak akan menderita rakyatnya, Pemerintah justru menginginkan rakyatnya tumbuh sehat dan terbebas dari penyakit, tutup Suyuti Syamsul. (WDY/Foto:Asep)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook