KPCPEN Bekerjasama Dengan Kominfo Kalteng Menggelar Webinar Vaksin Aman, Masyarakat Sehat

Kontribusi dari Widia Natalia, 23 November 2020 10:15, Dibaca 156 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov. Kalteng) dalam hal ini melalui Dinas terkait yakni Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (DiskominfoSantik) Prov. Kalteng menggelar Webinar “Vaksin Aman, Masyarakat Sehat” bertempat di Gedung Smart Province (GSP) DiskominfoSantik Prov. Kalteng, Senin (23/11/2020). Webinar diikuti seluruh peserta secara virtual dari tempat masing-masing.

Webinar kali ini merupakan sebagai aplikasi dan diseminasi untuk mengedukasi masyarakat khususnya masyarakat Kalteng dalam penanganan Covid-19. Selain itu, sebagai wadah memperoleh informasi mengenai kebijakan Pemerintah terkait pemberian vaksin Covid-19 guna mewujudkan kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit.

(Baca Juga : Kado Spesial Tahun Baru untuk Gubernur Kalimantan Tengah)

Opening speech yang disampaikan Plt. Kepala Dinas KominfoSantik Prov. Kalteng Agus Siswadi menjelaskan mengenai Topik dalam webinar kali ini yang merupakan fungsi dari Pemerintah untuk memberikan dan menyampaikan informasi yang objektif, dimana diketahui dunia informasi saat ini tentang vaksin Covid-19 berwara wiri di media sosial serta banyak kekhawatiran masyarakat yang belum mengetahui pasti tentang vaksin yang dijanjikan Pemerintah paling lambat Desember 2020. Sebagaimana diketahui, kebijakan Pemerintah dalam upaya mendukung penanganan ekonomi yang telah disiapkan dan terus menerus dijalankan dengan berbagai program salah satunya penyediaan vaksin yang sedang berjalan sebagai bagian dari prioritas Indonesia sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalteng dr. Suyuti Syamsul, MPPM selaku narasumber dalam Webinar memaparkan terkait manfaat, jenis-jenis, cara kerja vaksin, informasi-informasi dasar mengenai vaksin terutama manfaat-manfaat dasar imunisasi untuk melindungi tubuh dan penularan dari berbagai penyakit. Imunisasi berasal dari bahasa latin yang berarti pembebasan atau kekebalan. Imunisasi merupakan salah satu upaya tindakan medis yang paling efektif dan efisien mencegah penyakit.

Imunisasi adalah sumbangan ilmu pengetahuan terbaik yang pernah diberikan para ilmuwan (KATZ). Lebih lanjut Suyuti Syamsul menjelaskan mengenai imunisai yakni imunisasi wajib seperti BCG, Hepatitis B, DPT, Polio dan Campak. Selain itu, terdapat juga imunisasi buatan dilakukan melalui vaksinasi.

Vaksin mengandung bakteri, racun, atau virus yang telah dilemahkan atau sudah dimatikan. Vaksin dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibody. Proses pembentukan antibodi inilah yang disebut imunisasi.

Vaksin juga mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit, terbuat dari mikroba yang dilemahkan atau mati, toksin atau dari protein permukaan, sebagai agen merangsang sistem imun  mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang terkait dengan agen serta dapat bersifat profilaksis (mencegah atau memperbaiki efek infeksi di masa depan) atau terapeutik (vaksin terhadap kanker).

Pemberian vaksin merupakan metode yang paling efektif mencegah penyakit menular. Jenis vaksin bermacam-macam diantaranya vaksin mati,  vaksin hidup, vaksin Toksoid dan vaksin Biosintetik.

Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) antara lain reaksi yang tidak diinginkan setelah pemberian vaksin berupa efek samping ringan dan anafilaktik . Efek samping tersebut tidak selalu terjadi pada setiap orang. Epek samping ringan lebih sering dibandingkan reaksi radang atau alergi serius.

Proses imunisasi merupakan prosedur yang aman. KIPI dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi dan kesehatan seseorang serta proses imunisasi itu sendiri. Gejala KIPI yang benar-benar disebabkan substansi vaksin yakni cenderung ringan dan dapat hilang dalam waktu yang singkat.

Tahapan pengujian vaksin telah melalui persetujuan dini atau persetujuan dari regulator (BPOM) untuk menyetujui vaksin atau menolak. Selama pandemi, dapat melalui otorisasi penggunaan darurat. Setelah vaksin dilisensikan, peneliti terus memantau orang yang menerimanya untuk memastikannya aman dan efektif.

Prinsip dasar vaksin Covid-19 yang beredar telah dijamin keamanannya. Uji klinik vaksin sinovac telah masuk tahap 3 dan telah disuntikkan kepada seluruh relawan. Seluruh proses pembuatan dan penelitian vaksin diawasi BPOM untuk memastikan keamanan dan kemanjurannya sebelum digunakan untuk masyarakat.(WDY/Foto:Arif)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook