Perkembangan Proses Vaksinasi Covid-19 di Kalteng

Kontribusi dari Rikah Mustika, 14 November 2020 11:00, Dibaca 84 kali.


Munculnya kabar mengenai ditemukannya vaksin COVID-19 telah membuka harapan baru bagi seluruh masyarakat. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, COVID-19 yang masuk di Indonesia sejak bulan maret yang lalu telah menjadi penyakit yang penyebarannya masih belum berhenti hingga saat ini. Sudah banyak tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat di garda terdepan yang telah gugur saat bertugas menangani kasus penyakit ini.

Baru-baru ini, Presiden Jokowi dalam pidatonya telah membahas tentang vaksin COVID-19. Vaksin COVID-19 ini sebagai hasil dari inovasi dari tenaga kesehatan. Vaksin inilah yang diharapkan mampu mempercepat penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Tidak hanya sampai di situ, beberapa daerah di Indonesia juga telah diminta untuk mempersiapkan diri untuk vaksinasi tersebut. Salah satunya adalah provinsi Kalimantan Tengah.

(Baca Juga : Keamanan Pangan Sebagai Tuntutan Jaminan Mutu Bagi Konsumen)

Hal ini dibenarkan oleh dr. Suyuti Syamsul, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. Provinsi Kalimantan Tengah menjadi salah satu daerah yang ditargetkan untuk menerima vaksinasi.

“Menurut surat yang diterima, KEMENKES mengalokasikan dosis vaksin sebanyak 1,6 jt dosis,” ucapnya. dr. Suyuti optimis dengan jumlah vaksin COVID-19 sebanyak itu cukup untuk masyarakat provinsi Kalimantan Tengah. Pihak pemerintah provinsi sedang dalam tahap mempersiapkan diri.

Pelaksanaan vaksinasi nantinya memerlukan sumber daya manusia yang cukup agar vaksinasi dapat dilakukan dalam waktu yang efektif bagi masyarakat. Ia mengatakan bahwa saat ini telah ada kurang lebih 10.000 tenaga medis yang nantinya akan ditugaskan untuk melakukan vaksinasi. Jumlah tenaga tersebut terdiri dari tenaga kesehatan pemerintah, tenaga kesehatan swasta dan anggota TNI-POLRI di Provinsi Kalimantan Tengah.

Untuk persiapan pelaksanaannya pun, dr. Suyuti menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sedang mempersiapkan tenaga medis tersebut. Pemerintah provinsi mengadakan pelatihan-pelatihan daring melalui Zoom Meeting untuk seluruh tenaga medis yang siap ikut dalam vaksinasi. Menurut dr. Suyuti hal ini sangat perlu dilakukan karena vaksin COVID-19 nantinya bisa saja belum pernah ditemui oleh para tenaga medis sebelumnya. Penyuntikan model baru yang belum familiar bagi para tenaga medis. Karena itulah tenaga medis tersebut diberikan pelatihan.

Namun, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah ini sendiri belum dapat memastikan kapan waktu pelaksanaan vaksinasi. Pasalnya dari pemerintah pusat hingga saat ini belum memberi kepastian terkait waktu pelaksanaan. dr. Suyuti mengatakan bahwa saat ini vaksin COVID-19 sendiri saat ini masih dalam tahap uji klinis 3.

Dalam situasi normal, dalam uji klinis 3 diperlukan waktu minimal 2 tahun untuk pengembangan vaksin. Tetapi karena pandemi, World Health Organization (WHO) telah membuat suatu protokol kesehatan darurat yang memungkinkan 6 bulan – 1 tahun sudah bisa dilakukan pengembangan vaksin. Uji klinis tersebut sedang dilakukan di beberapa negara untuk melihat keberhasilannya. Karena itu, dr. Suyuti sangat mengharapkan semoga waktu pelaksanaan vaksinasi vaksin COVID-19 ini tidak lama. (Ari)

Rikah Mustika

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook