TP2DD, Solusi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Kalteng

Kontribusi dari Rikah Mustika, 12 November 2020 10:17, Dibaca 82 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Peran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung Pemerintah Daerah khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk melakukan koordinasi implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) memiliki peran yang strategis dalam percepatan digitalisasi daerah. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Sekda Prov. Kalteng) Fahrizal Fitri saat membacakan sambutan Plt. Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya pada acara Sosialisasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Prov. Kalteng secara Virtual melalui video conference dari Aula Jayang Tingang Lt. II Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (12/11/2020).

Diharapkan dukungan dan sinergi Bank Indonesia Perwakilan Kalteng dengan Pemerintah Prov. Kalteng tersebut dapat mendorong percepatan implementasi ETP, baik dari sisi pendapatan maupun pengeluaran, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalteng.

(Baca Juga : Mendagri berikan 2 Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri)

“Dalam kesempatan yang penuh berkah ini, tentunya saya merasa senang dan bangga dengan adanya TP2DD nantinya diyakini dapat mendorong percepatan dan perluasan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP),” ucap Sekda.

TP2DD merupakan forum koordinasi antar instansi dan stakeholder terkait untuk mendorong inovasi, percepatan, dan perluasan ETP dalam rangka mewujudkan efisiensi, efektivitas dan transparansi tata kelola keuangan. Upaya ini tidak dapat berhasil tanpa adanya sinergi yang berkesinambungan antar pihak yang terkait seperti Bapenda, BKAD, dan Perbankan baik di tingkat Provinsi, Kota, hingga Kabupaten.

Sekda menambahkan, Provinsi Kalimantan Tengah memiliki potensi yang besar dalam penerapan elektronifikasi, khususnya untuk transaksi penerimaan seperti pajak dan retribusi. Selain memberikan manfaat yakni transaksi yang efisien, cepat, nyaman, dan akuntabel, elektronifikasi penerimaan Pemda diyakini dapat meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Selain itu, adanya potensi penyebaran virus Covid-19 melalui media uang tunai juga menjadikan transaksi non tunai sebagai salah satu solusi terbaik untuk bertransaksi yang sejalan dengan protokol kesehatan,” ucap Fahrizal.

Melalui acara ini diharapkan akan menghasilkan rencana ataupun langkah-langkah konkrit dalam mempersiapkan rencana pembentukan TP2DD dalam rangka perluasan implementasi ETP. Turut hadir Kepala Badan Pendapatan Daerah Prov. Kalteng Kaspinor, Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng Devy Ika Puspitosari serta para tamu undangan lainnya. (Rkh/Foto:Dede)

Rikah Mustika

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook