Pembersihan Lahan Dengan Cara Dibakar

Kontribusi dari BPBPK PROV KALTENG, 18 September 2020 17:51, Dibaca 127 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Adanya larangan membersihkan lahan dengan cara dibakar disampaikan ke masyarakat baik melalui sosialisasi, pemasangan spanduk, media cetak dan elektronik, dan melalui akun media sosial, agar masyarakat lebih memahami dampak yang ditimbulkan.

Penyebab utama kebakaran hutan dan lahan adalah disebabkan oleh faktor manusia. Selain disebabkan oleh faktor manusia ada juga yang disebabkan oleh alam. Rata-rata kebakaran hutan dan lahan yang terjadi adalah akibat ulah dari manusia itu sendiri, peyebab utamanya adalah lalai, akibat dari kelalaian itu lah menyebabkan kebakaran dan kerusakan dan bisa berdampak bencana.

(Baca Juga : Kemenparekraf RI Distribusi BALASA bagi Tenaga Kerja Parekraf Terdampak Covid-19)

Seperti yang telah terjadi di beberapa titik di sekitaran Kota Palangka Raya. Rata-rata lahan yang dibakar adalah untuk alasan meningkatkan pendapatan bernilai ekonomi. Alasan yang paling sering diutarakan adalah untuk menanam sayur mayur, menanam buah-buahan dan sebagai bentuk pengamanan atas bukti kepemilikan lahan.


Kenyataanya di lapagan, bagi sebagian pelaku, dengan biaya yang lebih murah, diperkirakan cuma membeli satu batang korek, cuma dengan modal seribu rupiah, lahannya dibersihkan dengan cara dibakar tanpa perlu mengeluarkan biaya yang mahal dan bisa langsung dijual dengan harga yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan lahan yang masih bersemak belukar, cuma dilirik dengan harga murah. Melalui Koordinator, Pencegahan dan Mitigasi Satuan Tugas Penanganan Darurat Bencana (Satgas PDB) Kebakaran Hutan dan Lahan, Noor Aswad mengatakan, "Kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Trans Kalimantan Desa Kalampangan Kelurahan Kalampangan Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya adalah lahan milik masyarakat sekitar. Terjadinya kebakaran lahan diperkirakan berasal dari tumpukan semak-semak kering dari gundukan tumpukan ranting kering. Api diperkirakan menjalar dan merembet ke lahan milik orang lain ketika ditiup angin,” ucapnya, Jumat (18/9/2020). 

“Aktivitas pembersihan lahan yang dilakukan memang ditunggu oleh pemiliknya, tetapi ketika angin bertiup dengan kencang, api menjalar dengan cepat sehingga menyebabkan lahan milik orang lain juga ikut terbakar,” sambungnya.

“Turut melakukan pemadaman ada dari Posko Induk Satgas PDB Provinsi, BPBD Kota, Dishut Provinsi, TSAK Bukit Tunggal, MPA Kalampangan, Manggala Agni. Pol.PP Provinsi, TNI dan Polri. Regu padam ada yang melakukan kegiatan pemadaman, ada yang melakuan pendinginan, ada yang melakukan pembasahan dan ada juga yang mengatur regunya agar dalam melakukan pemadaman berjalan lancar,” tuturnya.

“Api dapat dipadamkan setelah melakukan blokade kepala api ±1jam kemudian. Luas lahan yang terbakar diperkirakan ±1ha,” tutupnya. (Pky.18/9/2020 DewiS Foto/Data:PusdalopsPBKalteng)

BPBPK PROV KALTENG

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook