Pengelolaan Hasil Lahan Gambut Bernilai Ekonomi

Kontribusi dari BPBPK PROV KALTENG, 16 September 2020 21:20, Dibaca 212 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan mampu menekan seminim mungkin agar kejadian kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi. Adanya sebuah kebiasaan membersihkan lahan dengan cara dibakar di masyarakat dianggap hal yang biasa saja.

Dari beberapa alasan mengapa masyarakat membuka lahan dengan cara dibakar, mereka beralasan pembukaan lahan dengan cara dibakar adalah karena cara tersebut lebih mudah, membutuhkan biaya yang lebih murah dan dianggap dapat meningkatkan kesuburan tanah. Padahal, membakar lahan bergambut justru bisa menimbulkan dampak negatif terhadap lahan gambut itu sendiri.

(Baca Juga : Penyaluran Bansos Menggunakan Helikopter)

Ada beberapa alasan mengapa praktik pembukaan lahan dengan cara membakar dilarang yaitu dapat berakibat buruk terhadap kondisi biofisik lahan gambut, dapat menurunkan kesuburan tanah gambut, dapat menurunkan kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman yang hidup di gambut, menghilangkan kemampuan tanah dalam menampung air, hilangnya cadangan karbon yang sangat besar dan mempercepat laju penurunan permukaan tanah gambut (Subsiden). Selain mempercepat laju subsiden, praktik penyiapan lahan dengan cara dibakar yang dilakukan secara terus menerus akan mengakibatkan hilangnya lapisan organik sehingga lahan gambut akan musnah.


Wakil Komandan Pos Komando Satuan Tugas Penanganan Darurat Bencana (Satgas PDB) Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2020 HDarliansjah  melalui Satgas Pemadaman Darat Triwinbert Y.Embang mengatakan, “Kepada Tim Patroli yang melaksanakan dukungan patroli ke wilayah Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya untuk mensosialisasikan dan mengedukasikan kepada masyarakat pemilik lahan, terutama lahan yang belum dan yang sudah dibersihkan untuk tidak dengan cara dibakar. Lahan yang ada dapat diolah dengan cara yang lebih modern, dengan memanfaatkan gulma pakis sebagai pupuk tanah,” ucapnya, Rabu (16/9/2020).

“Dengan tetap membiarkan gulma pakis tersebut membusuk dan meresap ke dalam tanah, hal ini dapat meningkatkan kesuburan tanah pada umumnya tanah yang bervegetasi tanah gambut, alhasil tanah gambut semakin subur,” imbuhnya.


“Pemanfaatan lahan gambut tanpa dibakar juga dapat dilakukan misalkan menanam budidaya tanaman pangan jenis sayur mayur dan buah-buahan terutama tanaman jenis holtikultura yang bernilai ekonomi tinggi tentunya. Hasilnya pun tanaman tumbuh subur dan dapat dipanen dengan nilai ekonomi tinggi dan tentunya dapat menambah pendapatan ataupun penghasilan untuk keluarga,” ucapnya lagi. (Pky.16/9/2020 DewiS Foto/Data:PusdalopsPBKalteng)

BPBPK PROV KALTENG

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook