Untuk Informasi Ketahanan Pangan yang Akurat dan Komprehensif, Dinas Ketahanan Pangan Kalteng Gelar Bimtek Penyusunan FSVA

Kontribusi dari DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH, 11 Agustus 2020 16:00, Dibaca 277 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional yang kuat, diperlukan informasi ketahanan pangan yang akurat dan tertata dengan baik. Hal ini diamanatkan oleh Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlass-FSVA). FSVA merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk monitoring ketahanan pangan wilayah. FSVA disusun dalam rangka menyediakan informasi ketahanan pangan yang akurat dan komprehensif sampai ke tingkat desa.


Tahun 2020, dilakukan update FSVA Provinsi Kalimantan Tengah dengan analisis sampai tingkat kecamatan, selain itu juga dilakukan penyusunan FSVA Kabupaten/Kota dengan analisis sampai tingkat desa. Dengan demikian, permasalahan pangan dapat dideteksi secara cepat berdasarkan cakupan wilayahnya. Berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Terbatas Penyusunan FSVA kabupaten/kota pada tanggal 11-12 Agustus 2020, bertempat di ruang rapat Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah. Bimtek ini bertujuan untuk memberikan bimbingan teknis kepada aparat dalam penyusunan FSVA kabupaten/kota.

(Baca Juga : Perayaan HUT SMA Negeri 1 Palangka Raya ke-61 Gunakan Moda Daring dan Luring)


Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Dra. Lilis Suriani, M.M., M.M.RS, dalam paparannya menyampaikan bahwa FSVA memiliki peran yang sangat strategis, yaitu sebagai dasar dalam Program Pengentasan Daerah Rentan Rawan Pangan. Selain itu juga digunakan sebagai salah satu rujukan dalam menetapkan lokasi program Pertanian Keluarga (PK), Pertanian Pangan Lestari (P2L), Pengembangan Cadangan Pangan Pemerintah dan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) serta Diversifikasi Pangan Lokal.

Lilis juga menyampaikan bahwa FSVA yang disusun tidak akan berarti apa-apa jika tidak digunakan dalam rangka intervensi program ketahanan pangan dan gizi oleh lintas sektor. “Oleh karena itu, saya berharap FSVA yang nanti dihasilkan dapat dilaporkan kepada Bupati/Walikota, serta disosialisasikan secara masif kepada seluruh stakeholder terkait ketahanan pangan. Hal tersebut dilakukan agar upaya pengentasan wilayah rentan rawan pangan dapat dilakukan lebih optimal secara bersinergi,”pungkasnya di akhir paparannya. (Totok Prihananto/Foto:Ary Cahyani)

DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook