Bupati Gunung Mas Launching Produk Perdana Kayu Olahan Produksi Sentra Industri Kayu

Kontribusi dari DINAS KOMINFOSANTIK KAB. GUMAS, 10 Agustus 2020 14:53, Dibaca 562 kali.


MMCKalteng - Gunung Mas – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong melakukan launching produk perdana kayu olahan produksi sentra industri kayu dan meubel tujuan Korea Selatan, yang digagas oleh Perusahan Daerah (Perusda) Gunung Mas Perkasa di lokasi Industri kayu Perusda desa Sepang Kota, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gumas Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (9/8/2020) kemaren. Turut hadir Wakil Bupati Gumas  Efrensia LP Umbing didampingi suami DK Mandarana, Ketua TP-PKK Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Gunung Mas Neny Yuliani, Anggota DPRD Gumas Iceu Purnama Sari, Punding S Merang, Kejari Gunung Mas Anthony, Direktur PT. Taiyoung Engreen Agus Liannoor, Direktur PT.  Panca Aras Petrus, direktur Perusda Gunung Mas Perkasa Mochammad Ramdhan.

Jaya Samaya Monong dalam sambutannya mengatakan,  “Sampai saat ini kita masih belum stabil akibat wabah pandemi Corona/Covid-19 yang melanda dunia termasuk negara kita, tiap hari kasus terpapar Corona per 8 Agustus 2020 di Indonesia jumlah kasus mencapai 123.503 kasus, sembuh 79.306 kasus dan meninggal 5.658. Untuk  Kabupaten Gunung Mas, kasus terpapar Covid-19 berjumlah 72 kasus,” ucapnya.

(Baca Juga : Lokakarya Mini, Upaya Tingkatkan Sinergitas dan Peran Lintas Sektor)

Meskipun berada dalam situasi sulit akibat pandemi Covid-19 yang melumpuhkan semua sektor bidang usaha, namun tidak membuat surut tekad dan semangat direktur Perusda Gunung Mas Perkasa dan jajarannya dalam mewujudkan usaha di bidang industri pengolahan kayu bekerja sama dengan Manager PT. Taiyong Engreen dan Manager PT. Sayap  Rajawali Perkasa di Palangka Raya sebagai mitra ekspor.

“Pada saat ini kita berada di lokasi industri kayu perusahaan daerah yang bersangkutan berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik. Pada saat ini kita berada di lokasi industri kayu perusahaan daerah Gunung Mas Perkasa, dimana industri kayu yang dikelola perusda saat ini sudah menghasilkan dua produk berupa meubelair dan moulding kayu, meubelair untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Gunung Mas,” imbuhnya.


"Saya menyambut baik usaha ini, peluang usaha ini agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,  jaga kualitas, jaga hubungan kerja sama dengan baik sehingga usaha industri kayu ini berkesinambungan, membuahkan hasil untuk kesejahteraan karyawan dan mendukung meningkatkan pendapatan asli daerah,” ujarnya.

Bupati juga menambahkan, “Perusahaan Daerah bertujuan untuk membantu Pemerintah Dearah dalam menciptakan lapangan kerja baru serta peningkatan kesejahteraan rakyat. Supaya usaha industri kayu dan usaha-usaha lain yang diusahakan perusda, termasuk pengelolaan Hotel Gunung Mas,” ucapnya.

“Saya meminta kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan instansi terkait lainnya untuk terus memberikan pembinaan serta ikut mempromosikan produk-produk yang dihasilkan industri ini, terutama meubelair yang kualitasnya dapat bersaing, dikerjakan oleh anak-anak muda lulusan STM Mandomai. Tantangan terberat untuk pengiriman bahan baku ke Korea Selatan, yang pertama ketepatan waktu untuk memproduksi dan mengirim, yang kedua kualitas dan harga harus bersaing. Untuk ketersediaan bahan tidak ada kendala beberapa tahun ke depan sangat cukup karena mitra kita bersama dengan PT. Taiyong Engreen, karena ini limbah kayu dari PT. Taiyong Engreen dan diolah sehingga menjadi produk-produk olahan yang siap untuk dikirim,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Perusda Gunung Mas Perkasa Mochammad Ramdhan mengatakan, “Yang paling lama adalah pemasaran dari produknya, kalau untuk bahan baku saya yakin di sini pasti banyak, dari beberapa perusahaan bisa menyuplai dan dari masyarakat sendiri bisa menyuplai untuk bahan bakunya,” ucapnya.

Lanjut dia, “Yang menjadi kendala adalah untuk pemasaran karena pemasaran adalah tulang punggung dari perusahaan itu sendiri, kebetulan kami membuka link dan komunikasi dengan mitra-mitra yang kami kenal dan kami diperkenalkan dengan orang-orang yang mempunyai komitmen dan punya semangat serta melihat peluang yang sama dengan kami,” imbuhnya.

“Untuk mengekspor kayu olahan produksi sentra industri kayu tersebut yang pertama ke Korea Selatan, ke Polandia dan Belgia. Produk-produk ini bisa laku di luar negeri ternyata, kita merasa bangga sehingga komunitas kita bisa diterima dan berkat Tuhan juga di saat pandemic Covid-19,” tutupnya. (Iswanto / Foto : Iswanto)

DINAS KOMINFOSANTIK KAB. GUMAS

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook