Orientasi Surveilans Gizi Melalui e-PPGBM Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2018

Kontribusi dari Dinkes Prov.Kalteng, 03 September 2018 08:00, Dibaca 2,114 kali.


Status Gizi Balita merupakan salah satu predictor utama dalam kelangsungan hidup seorang anak. Malnutrisi adalah masalah kesehatan masyarakat yang utama dialami oleh sebagian besar Negara berkembang. Diperkirakan ada 151 juta anak didunia mengalami mengalami stunting dan 83,6 juta diantaranya berada di Asia, demikian pula dengan balita kurus, dari 51 juta didunia, 35 juta diantaranya berada di Asia.

Hasil Survey PSG sejak tahun 2015 sampai 2017 menunjukan tidak terjadi perubahan masalah gizi secara bermakna di Indonesia. Prevalensi balita gizi kurang dari 18,8 persen ditahun 2015 menjadi 17,8 % ditahun 2017. Demikian pula dengan prevalensi balita pendek dari 29,0 persen ditahun 2015 menjadi 29,6 persen ditahun 2017. Selain status gizi hasil survey PSG juga menunjukkan konsumsi gizi pada balita, dimana lebih dari separuh balita (71,7 %) mempunyai asupan energy kurang dan sebanyak 46,4 % balita mempunyai asupan protein kurang bila dibandingkan dengan Angka Kecukupan Protein (AKP) yang diajurkan.

(Baca Juga : Perkembangan Terbaru Kasus Covid-19 di Kalteng : Sembuh 9 Orang Dan Konfirmasi Baru 11 Orang)

Dalam upaya perbaikan gizi anak dibutuhkan program multi sektoral yang efektif dan berkelanjutan dalam jangka panjang, oleh karena itu pengumpulan data secara regular sangat penting untuk memantau dan menganalisis kemajuan suatu wilayah, negara bahkan global. Informasi besaran masalah gizi dan determinannya dapat dijadikan dasar dalam penyusunan rencana kegiatan dan intervensi yang akan dilakukan oleh para pengambil kebijakan. Informasi perkembangan secara cepat, akurat dan berkelanjutan mengenai status gizi dan kinerja gizi yang yang bersifat agregat disuatu wilayah, khususnya di kabuoaten dan kota telah diperoleh melalui kegiatan survey PSG yang dilakukan sejak tahun 2014 sampai 2017, namun data berdasarkan individu sampai saat ini belum dapat dikumpulkan.

Oleh karena itu sangat diperlukan penguatan surveilans gizi untuk mencegah dan menanggulangi masalah gizi termasuk stunting, bersama dengan lintas program dan sektor terkait, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi juga melibatkan Poltekes untuk melakukan assessment  agar informasi gizi yang bersumber dari aplikasi e-PPGBM dapat dimanfaatkan dalam rangka monitoring dan evaluasi program gizi. Dari paparan di atas maka perlu dilakukan Kegiatan Orientasi Surveilans Gizi Melalui e-PPGBM yang bertempat di Swiss-Belhotel Danum Palangkaraya dengan tujuan agar Tersedianya informasi status gizi balita by name by address diseluruh wilayah Kalimantan Tengah sebagai monitoring dan evaluasi program gizi serta dasar perumusan kebijakan untuk rencana intervensi gizi. Adapun peserta yang mengikuti acara tersebut sebanyak 75 orang yaitu terdiri dari 14 orang Pengelola Program Gizi kabupaten/Kota, 56 orang mahasiswa Poltekes jurusan gizi dan 5 orang peserta dari Dinas Kesehatan provinsi.

Dinkes Prov.Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook