Capaian Cakupan Indikator Program Kesehatan Masyarakat di Kalimantan Tengah

Kontribusi dari Rikah Mustika, 05 April 2018 10:25, Dibaca 2,949 kali.


MMC Kalteng – Dalam acara rapat kerja Kesehatan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2018 di Aquarius Boutique Hotel Palangka Raya, Kamis (5/4), Plt Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr. Pattiselano Robert Johan, MARS, menyampaikan dalam paparannya pada acara ini akan dibahas mengenai percepatan eliminasi Tuberkulosis, peningkatan cakupan dan mutu imunisasi, serta penurunan Stunting. Berdasarkan hasil pemantauan status gizi 2015-2017 terdapat 8 provinsi yang mengalami peningkatan prevalensi stunting berturut-turut salah satunya yaitu Kalimantan Tengah. Hal ini harus menjadi pembelajaran dan dapat direplikasi atas upaya intensif yang telah dilakukan oleh daerah yang berhasil menurunkan prevalensi stunting ke daerah lain dan yang belum berhasil menurunkan prevalensi. Berdasarkan rekapitulasi pencapaian indikator Renstra program Kesmas tahun 2017, Kalteng menjadi urutan ke-15 dalam kategori <75% yang artinya masih off track.

Untuk capaian indikator gizi dalam Renstra di Kalteng yaitu pemberian PMT ibu hamil sebesar 63,08% dari target 65% dan ibu hamil yang mendapatkan tablet tambahan darah (TTD) sebesar 40,02% dari target 90%. Sedangkan untuk capaian indikator kesehatan keluarga di Kalteng yaitu persalinan di FASKES (PF) sebesar 47,40% dari target 79%, puskesmas yang melaksanakan penjaringan kesehatan peserta didik kelas 1 sebesar 46,15% dari target 60%, puskesmas yang melaksanakan penjaringan kesehatan peserta didik kelas 1,7, dan 10 sebesar 40,51% dari target 50%, dan puskesmas yang menyelenggarakan kegiatan kesehatan remaja sebesar 12,31% dari target 35%.

(Baca Juga : Sebanyak 1.750 Paket Sembako Dan Uang Tunai Diserahkan Gubernur Kalteng Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 Di Kec. Mentaya Hulu Kotim)

Untuk capaian indikator kesehatan dan olahraga dalam Renstra dan RKP di Kalteng yaitu sebesar 43,08% dari target 60%. Dan untuk capaian indikator kesehatan lingkungan di Kalteng yaitu pengawasan kualitas air minum sebesar 22,76% dari target 40% dan tempat-tempat umum yang memenuhi syarat sebesar 45,83% dari target 54%. Sedangkan untuk capaian promkes dan pemberdayaan masyarakat di Kalteng yaitu posyandu aktif sebesar 17,70% dari target 50%.

Kesimpulan yang dapat diambil dari data tersebut yaitu pembangunan kesehatan adalah upaya seluruh komponen bangsa untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, GERMAS merupakan perwujudan tanggungjawab lintas sektor dalam pembangunan bangsa, pendekatan keluarga merupakan cara kerja puskesmas untuk menjangkau seluruh sasaran dan melakukan intervensi pemecahan masalah berbasis keluarga dan masyarakat, serta diperlukan sinergitas pemerintah pusat dan daerah, lintas sektor, swasta, dan masyarakat dalam pembangunan kesehatan. (Rikah / Foto : Rikah)

Rikah Mustika

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook