Presiden Beri Arahan Dalam Penanganan Covid-19 di Kalteng

Kontribusi dari Rikah Mustika, 09 Juli 2020 19:11, Dibaca 72 kali.


MMCKalteng  - Palangka Raya – Dalam rangka percepatan penanganan covid-19 di Kalimantan Tengah (Kalteng), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan rapat secara virtual untuk berdialog dengan Bupati / Walikota se-Kalimantan Tengah, bertempat di Aula Jayang Tingang, Kamis (9/7/2020).  

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menyampaikan dalam laporannya terkait perjalanan Covid-19 di Kalimantan Tengah yang berawal pada tanggal 12 Maret 2020 dengan pasien sebanyak 2 orang. Transmisi lokal pertama kali ditemukan di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya pada tanggal 25 Maret 2020. Untuk penularan covid-19 di Kalimantan Tengah berasal dari  Cluster Gowa, Bogor, Temboro dan Sukabumi, sedangkan penularan komunitas berasal dari pasar tradisional dan tenaga kesehatan.

(Baca Juga : \"Memberi\" Bentuk Komunikasi yang Menyentuh)

Berdasarkan data covid-19 Kalteng hingga Rabu (8/7/2020), pasien yang terkonfirmasi positif sebanyak 1.070 orang, dengan rincian 382 orang (36,63%) pasien dalam perawatan, 612 orang (57,19%) pasien sembuh dan 66 orang (6,2%) pasien meninggal. Sedangkan OTG sebanyak 694 orang, ODP sebanyak 243 orang dan PDP sebanyak 104 orang. Test RT-PCR yang sudah dilakukan sebanyak 4.925 tes, dilakukan pada 1.767 orang per satu juta penduduk.

Gubernur menjelaskan, kasus kematian akibat Covid-19 di Kalteng disebabkan oleh gagalnya saluran pernapasan. Selain itu, kematian juga disebabkan oleh beberapa penyakit penyerta seperti Hipertensi (8,2%), Diabetes Melitus (6,56%), Penyakit Jantung (4,95 %), Gangguan Nafas Lain (1,64%), Hamil (1,64%) dan Kanker (1,64%). Pasien dengan jenis kelamin laki-laki memiliki persentase meninggal lebih tinggi yaitu sebanyak 65%, sedangkan pasien meninggal perempuan sebanyak 35%. Pasien dengan umur 46-59 tahun memiliki persentase meninggal tertinggi yaitu sebanyak 50,82%, pasien dengan umur diatas 60 tahun sebanyak 27,87%, pasien dengan umur 31-45 tahun sebanyak 11,48%, pasien dengan umur 18-30 tahun sebanyak 8,2% dan pasien dengan umur 6-17 tahun sebanyak 1,64%.

Berdasarkan data peta sebaran pada corona.kalteng.go.id, resiko kenaikan kasus covid-19 di Kalteng terdapat zona hijau (Sukamara),  zona oranye (Seruyan, Pulang Pisau, Katingan, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Barito Selatan dan Lamandau) dan zona merah (Palangka Raya, Gunung Mas, Barito Timur, Barito Utara dan Kotawaringin Barat). Sementara itu, Kabupaten / Kota yang angka reproduksi efektif / tingkat penularan (Rt) kurang dari 1 terdapat di 5 Kabupaten / Kota (Sukamara, Pulang Pisau, Gunung Mas, Palangka Raya dan Kapuas), sedangkan Kabupaten / Kota yang angka reproduksi efektif / tingkat penularan (Rt) lebih dari 1 terdapat di 9 Kabupaten / Kota (Katingan, Lamandau, Barito Timur, Murung Raya, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Barito Selatan, Barito Utara dan Seruyan). Peningkatan Rt tersebut didapat berdasarkan hasil pelacakan kontak / tracing agresif dan pemeriksaan masif.

Untuk fasilitas kesehatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sudah menyediakan 4 rumah sakit rujukan, 13 rumah sakit satelit dan 2 rumah sakit perluasan dari Rumah Sakit Doris Sylvanus (RSDS). Total tempat tidur ruang isolasi sebanyak 524 tempat tidur, dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdiri dari dokter spesialis 298 orang, dokter umum 585 orang, perawat 6.105 orang dan lainnya 10.978 orang. Sedangkan untuk fasilitas peralatan kesehatan, lanjutnya, terdapat 2 Laboratorium Biosafety Level 2 (BSL2) di RSDS dan RSSI, Alat Polymerase Chain Reaction (PCR) sebanyak 4 buah yang memiliki kapasitas 300 tes / hari, dan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) sebanyak 1 buah yang memiliki kapasitas 20 tes / hari.

Sugianto juga mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya dalam menangani Covid-19 seperti sosialisasi dan edukasi, mitigasi, deteksi, isolasi dan karantina, tindakan medis, dukungan kebutuhan, Penegakan Hukum (Gakum), dll. Sesuai dengan standar WHO, Sugianto menargetkan untuk melakukan pemeriksaan PCR 1.000 per satu juta penduduk per minggu (400 orang / hari), penurunan jumlah kasus positif lebih dari 50% dalam 2 minggu, penurunan jumlah kasus meninggal lebih dari 50% dalam 2 minggu terakhir, serta kenaikan jumlah kesembuhan lebih dari 50% dalam 2 minggu terakhir.

Namun dalam mewujudkan target tersebut, terdapat banyak hambatan yang terjadi di lapangan seperti kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, kontinuitas ketersediaan Reagen PCR, keterbatasan kapasitas PCR (sesuai standar WHO), keterbatasan obat-obatan, keterbatasan Sumber Daya Tenaga Kesehatan, keterbatasan peralatan medis, fasilitas ICU standar terbatas, serta kebutuhan ruang isolasi bertekanan negatif. Untuk menyiasati hal tersebut, Sugianto memiliki beberapa strategi khusus yaitu memberikan edukasi masif kepada masyarakat, sinergitas pemprov, TNI, Polri, dan instansi terkait, mengajukan permintaan Reagen ke Gugus Tugas Pusat, melakukan penambahan laboratorium BSL2 dan PCR,  melakukan pengadaan obat, imunodilator dan alkes secara mandiri dan bantuan pusat, meminta bantuan relawan dari pusat, serta membangun ICU dan ruang isolasi bertekanan negatif.


Pada kesempatan yang sama, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya menekan angka kasus covid-19 sebelum terlambat. Ia juga mengatakan, saat ini di berbagai negara sudah terjadi krisis ekonomi secara global, untuk itu ia meminta agar adanya keseimbangan prioritas antara kesehatan dan ekonomi.

“Kita harus prioritas kesehatan, namun ekonomi tetap jalan,” ucapnya.

Selain itu, Jokowi meminta agar pemerintah daerah harus siap dari segi kesehatan, bantuan sosial dan stimulus ekonomi.  Jokowi juga berpesan agar daerah yang ingin menerapkan New Normal harus melalui tahapan-tahapan atau pra kondisi, menentukan timing yang pas untuk New Normal, serta memilah sektor mana yang harus didahulukan untuk menerapkan New Normal.

Dalam penanganan covid-19, lanjutnya, tugas pemerintah adalah melakukan tes masif, pelacakan agresif dan isolasi ketat. Sedangkan tugas masyarakat adalah memakai masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Dan itu harus disosialisasikan terus,” ucapnya.

Terakhir, Jokowi berpesan kepada kepala daerah yang ingin memutuskan sesuatu dalam penanganan covid-19 agar menggunakan data science dan meminta saran dari para pakar. Hal itu dilakukan agar keputusan yang diambil memiliki dasar dan tidak diambil secara sembarangan.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeldjono.

Sementara, turut hadir mendampingi Gubernur, Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Prov. Kalteng Darliansjah. (Rkh / Foto: Dede)

Rikah Mustika

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook