Korem 102/ Pjg Launching Buku Desa Mandiri Menuju Langit Biru Di Bumi Tambun Bungai

Kontribusi dari Widia Natalia, 16 April 2020 09:51, Dibaca 300 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Buku dengan Judul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru Di Bumi Tambun Bungai" resmi diluncurkan pada hari ini oleh Komandan Korem (Danrem) 102 Panju Panjung (Pjg) Kolonel Arm Saiful Rizal, bertempat di Aula Korem 102/ Pjg, Kamis (16/04/2020).

Launching Buku yang diharapankan bisa menjadi bagian referensi dalam membangun Kalimantan Tengah (Kalteng) oleh Kolonel Arm Saiful Rizal  pada hari ini dilakukan atas seijin dari Panglima Kodam XII/ Tpr Mayor Jenderal TNI Muhammad Nur Rahmad.

(Baca Juga : Sekda Kalteng Jadi Saksi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/ Janji Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Sekda dan Pejabat Struktural di Lingkungan Pemkab Seruyan Tahun 2021)

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pemerintah Provinsi Kalteng (Prov. Kalteng) diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Prov. Kalteng Agus Siswadi dan beberapa awak media. 

Pada kesempatan tersebut, Kolonel Arm Saiful Rizal mengatakan hal-hal yang melatar belakangi penyusunan buku Desa Mandiri Menuju Langit Biru Di Bumi Tambun Bungai adalah menurut UU TNI nomor 34 Tahun 2004 tentang Tugas poko TNI dalam rangka OMP dan OMSP.

Dalam rangka OMSP khususnya tugas pokok TNI dalam membantu Pemerintah Daerah untuk membangun dan memajukan Daerah dalam rangka kepentingan kesejahteraan masyarakatnya. Hal ini sejalan dengan upaya TNI dalam membangun ketahanan wilayah menuju ketahanan Nasional.

Lanjut disampaikan oleh Saiful Rizal, gambaran global esensi yang dituangkan dalam buku yang diluncurkan pada hari ini diantaranya, Pertama, dituangkan tentang pesona alam bumi tambun bungai yang didalamnya terdapat kilas balik perjalanan tonggak sejarah perjuangan Kalteng, kekayaan alam dan kekayaan kebudayaan yang dapat memberikan semangat dan harapan kemakmuran bagi masyarakat Kalteng, Indonesia, bahkan harapan bagi Dunia, karena luasnya hutan sebagai paru-paru Dunia. Disisi lain ada persoalan-persoalan yang kita sepakati menjadi urusan bersama untuk diselesaikan.

Kedua, mengangkat tentang nilai-nilai luhur kearifan lokal, yang sesungguhnya telah mendarah daging sebagai sendi-sendi dalam kehidupan masyarakat Kalteng, dipandang perlu untuk diaktualisasikan kembali. Kearifan lokal ini dikenal sebagai “HUMA BETANG” dan kami abadikan penyebutannya sebagai “ENERGI BETANG”, Empat nilai yang perlu dijunjung tinggi diantaranya nilai kejujuran, nilai kesetaraan, nilai Hapakat/Musyawarah dan nilai kepatuhan terhadap Hukum.

Ke Tiga, secara khusus dibahas tentang Bencana Alam musiman di Kalimantan Tengah berupa Karhutla, Kalimantan Tengah punya potensi yang besar karena adanya lahan gambut dan kearifan lokalnya dalam kelola lahan, sehingga persoalan ini perlu mendapatkan solusi bersama dalam memadukan antara peluang dan kesulitan yang dihadapi oleh Pemerintah dan Masyarakatnya.

Ke Empat, menjelaskan tentang Asa Serok (Serbu dan Keroyok) sebagai implementasi budaya bangsa Indonesia melalui Gotong Royong untuk melibatkan semua unsur yang berpengaruh dan meningkatkan peran serta secara aktif dan terpadu sesuai tugas dan fungsinya dalam upaya-upaya mengatasi persoalan bangsa seperti Bencana Karhutla.

Terakhir, menjelaskan tentang upaya mewujudkan Langit Biru di Bumi Tambun Bungai yang dijalankan melalui pembangunan dari daerah pinggiran yaitu Desa, sebagai wilayah terdepan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat terdepan, dipilihnya mewujudkan Langit Biru melalui Desa Mandiri, karena diyakini bahwa dengan Desa Mandiri, maka pembanguanan akan terwujud langsung menyentuh kehidupan masyarakat terdepan dan berbagai permasalahan, dengan tingkat kehidupan yang mapan, maka persoalan dapat ditekan.

Pemprov Kalteng melalui Plt. Kadis Kominfo Prov. Kalteng Agus Siswadi yang turut hadir pada launching buku tersebut mengatakan sangat mengapresiasi atas diterbitkannya Buku karya TNI AD Tanjung Pura khususnya Korem 102/ Pjg yang berbicara tentang Kalteng.

"Kami sangat mengapresiasi sekali, karena saya tahu dari awal pembuatan buku ini yang di gagas oleh Korem 102/ Pjg. Saya menitik beratkan kepada penta helixnya, hal ini membuat tertarik dan juga pentingnya memandang teman-teman media, bahwa ada unsur masyarakat, akademisi, pemerintah kemudian TNI, Polri dan sebagainya disana lalu ada media didalamnya. Bagaimana bersama-sama membangun suatu daerah apapun yang dilakukan Pemerintah dan masyarakat diliput oleh teman-teman media untuk mempublikasikannya", pungkasnya.

Agus Siswadi kembali menuturkan hal ini merupakan sebuah gagasan yang luar biasa yang dilakukan oleh TNI, menjadi contoh untuk membuat terobosan untuk terus berada di tengah-tengah masyarakat dan terlibat serta merasakan pembangunan yang sedang berlangsung.(Wdy/ Foto:Asep)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook