Arahan Gubernur Kalteng Selaku Komandan Penanganan Tanggap Darurat Bencana Karhutla

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 19 September 2019 18:30, Dibaca 298 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran selaku Komandan penanganan tanggap darurat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Kalteng menyampaikan sejumlah arahan.

"Ibu-Ibu, Bapak-Bapak sekalian yang saya hormati. Saya sampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status tanggap darurat bencana Karhutla Tahun 2019 selama 14 hari sejak 17 September 2019 sampai dengan 30 September 2019," kata H. Sugianto Sabran, Kamis (19/9).

(Baca Juga : \"Pancasila Harus Tertanam Dalam Hati yang Suci dan Diamalkan Dalam Kehidupan Sehari-hari\")

Lebih lanjut Gubernur menyampaikan, berkenaan dengan itu, sesuai dengan arahan Presiden, maka Gubernur yang menjadi Komandan penanganan darurat bencana.

"Berkaitan dengan penetapan status tanggap darurat tersebut, saya minta kepada seluruh Ibu Bapak sekalian selaku anggota pos komando penanganan darurat bencana untuk hal-hal sebagai berikut," tuturnya.

Melakukan secara optimal langkah-langkah pengendalian sumber ancaman bencana dalam hal ini kebakaran hutan dan penanganan dampaknya, terutama terkait layanan terhadap gangguan kesehatan masyarakat yang disebabkan asap. Untuk itu saya minta :


1. Hari ini selesaikan pengkajian kebutuhan penanganan darurat bencana;

2. Hari ini juga, selesaikan rencana operasi tanggap darurat bencana sehingga langkah-langkah yang dilakukan selama tanggap darurat seluruhnya bisa bergerak dalam satu komando;

3. Lakukan upaya-upaya penyelamatan terhadap korban bencana, termasuk upaya-upaya mengevakuasi masyarakat yang menjadi korban jika diperlukan;

4. Penuhi kebutuhan dasar masyarakat korban bencana, termasuk jika ada yang pengungsi;

5. Penuhi layanan kesehatan masyarakat dengan penambahan rumah singgah dan rumah aman, perbaikan gizi dan perlindungan kelompok rentan yaitu anak-anak, lanjut usia dan ibu hamil;


6. Tingkatkan patroli gabungan pengendalian kebaran hutan dan lahan secara rutin;

7. Lakukan penambahan personil, peralatan dan mengaktifkan relawan-relawan dalam pemadaman langsung;

8. Intensifkan upaya pemadaman udara;

9. Lindungi sarana dan prasarana vital, aktivitas penerbangan tidak boleh terganggu, jika perlu adakan sarana prasarana yang bisa membantu dalam pendaratan pesawat;

10. Lindungi sarana dan prasarana vital lainnya, jika ada yang surat agar segera diperbaiki agar segera fungsional;

11. Layanan pendidikan anak-anak sekolah tetap harus berjalan dengan baik, jika memang harus diliburkan, pastikan anak-anak tidak ketinggalan dalam pelayanan pendidikan.

"Seluruh upaya-upaya yang dilakukan harus dalam satu komando, saya minta TNI, Polri, BPBD, Dishut, Manggala Agni dan seluruh yang terlibat dalam upaya penanganan darurat bergerak dalam satu komando, satu rencana operasi yang telah disusun bersama-sama," tegas Gubernur.

"Informasi kepada media dan publik melalui satu pintu, jangan ada informasi yang simpang siur di publik. Kepala Dinas Kominfo agar mengatur jadwal konferensi pers setiap hari sehingga informasi ke media massa dan masyarakat teratur dan rutin," lanjutnya.

"Sekali lagi, upaya yang dilakukan harus semaksimal mungkin memastikan bahwa layanan kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan berjalan dengan baik dan kita terus menerus bersama-sama mengendalikan sumber ancaman yaitu kebakaran hutan dan lahan," tutup H. Sugianto Sabran. (ARP/Foto:Asep)

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook