BPB-PK Kalteng Catat 66 Kejadian Karhutla dalam Sehari

Kontribusi dari BPBD PROV KALTENG, 19 Oktober 2026 14:28, Dibaca 75 kali.


MMC KALTENG, PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sebanyak 66 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi dalam kurun waktu 24 jam terakhir per Minggu (18/10/2026) pukul 18.00 WIB.

Berdasarkan data infografis harian BPB-PK Kalteng, total luas area lahan yang terbakar dalam sehari mencapai 109,70 hektar, dengan sebaran 8.087 titik hotspot (titik panas).

(Baca Juga : ‎Rayakan HUT ke-61 Pemko dan HUT ke-69 Kota Palangka Raya, Kadisdik Kalteng: Sinergi Provinsi-Kota Jadi Kunci Majukan Pendidikan)

Wilayah Kabupaten Kapuas menjadi daerah dengan luasan terbakar tertinggi harian, yakni mencapai 38 hektar dari 9 kejadian karhutla. Disusul Kabupaten Barito Selatan seluas 19,23 hektar (6 kejadian), Kota Palangka Raya seluas 15,95 hektar (12 kejadian), dan Kabupaten Seruyan seluas 11,43 hektar (8 kejadian).

Secara akumulatif sejak 1 Januari hingga 18 Oktober 2026, total hotspot yang terdeteksi di seluruh wilayah Kalimantan Tengah telah menembus 325.412 titik dengan total 6.639 kejadian karhutla. Luas lahan terbakar berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota diperkirakan telah mencapai 19.502,65 hektar.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah meluasnya titik api.


"Kami terus mengoptimalkan pengerahan seluruh personel gabungan dan armada pemadam, baik darat maupun udara, untuk menangani titik api yang muncul di wilayah Kalteng. Sinergi antara Satgas, instansi terkait, dan masyarakat sangat krusial demi mewujudkan komitmen Kalteng Bebas Kabut Asap 2026," tegas Ahmad Toyib.

Untuk menekan laju kebakaran lahan, sebanyak 16.387 personel gabungan disiagakan di lapangan. Pemadaman juga didukung oleh 7 unit helikopter water bombing serta 1 unit pesawat OMC/Patroli. Di sisi lain, tindakan tegas dilakukan terhadap pelaku pembakaran lahan dengan 53 kasus penegakan hukum yang kini tengah diproses.

Dampak paparan asap akibat karhutla mulai memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat dan aktivitas belajar mengajar.

Pada minggu ketiga Oktober 2026, tercatat sebanyak 5.916 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) baru, sehingga akumulasi kasus ISPA sejak awal tahun mencapai 121.220 kasus. Selain itu, dilaporkan pula 1.163 kasus diare pada pekan ini.

Guna melindungi para siswa dari paparan asap pekat, sebanyak 223 sekolah di tingkat kabupaten/kota telah mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Saat ini tercatat tidak ada sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di wilayah terdampak.

Sebagai langkah antisipasi medis darurat, pemerintah daerah bersama instansi terkait telah menyediakan 169 titik lokasi Rumah Oksigen yang dapat diakses oleh masyarakat umum yang membutuhkan pertolongan pertama gangguan pernapasan.
(Foto: PPID BPB-PK PROV. KALTENG/O) /Edt: Ek

 

BPBD PROV KALTENG

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter