Sekilas Info
Kontribusi dari TPHP Prov Kalteng, 03 Agustus 2026 08:06, Dibaca 940 kali.
MMCKalteng- Palangka Raya – Dalam upaya memperkuat produksi pangan hewani sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah terus mengembangkan inovasi di sektor peternakan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan panen ayam pedaging (broiler) Close House. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana meninjau lokasi peternakan ayam pedaging bersama dengan Ketua TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran dan rombongan di UPT Balai Pengujian Mutu Pakan, Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (BPMPPTHMT) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam kegiatan tersebut turut dilaksanakan panen ayam pedaging (broiler) yang dipelihara dengan sistem Close House (kandang tertutup) di Apartemen Ayam yang berlokasi di Jalan Tjilik Riwut Km. 38, Palangka Raya. ( Minggu, 02/08/2026)
Pada kesempatan ini, Ketua TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menyampaikan apresiasi terhadap keberhasian program pengembangan ayam broiler ini dan berharap dapat menjadi sebuah gerakan usaha yang dapat diadopsi oleh masyarakat terutama kaum muda dan pensiunan PNS dalam skala yang lebih kecil dengan dukungan dari Pemerintah Daerah dan lembaga keuangan daerah sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Panen ayam pedaging ini menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan produksi pangan hewani. TP PKK siap mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mendorong peningkatan konsumsi pangan bergizi, serta pengembangan usaha peternakan skala rumah tangga sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang mandiri, sehat, dan sejahtera," ujar Aisyah Thisia Agustiar Sabran.
(Baca Juga : Tindak Lanjuti Nota Kesepakatan, Dislutkan Ikuti Rapat Bersama Kejati Kalteng)
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, menyampaikan bahwa pengembangan budidaya ayam pedaging dengan sistem Close House merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produksi protein hewani, mendukung ketahanan pangan daerah, serta memperkuat ketersediaan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui UPT. BPMPPTHMT akan terus mengembangkan inovasi dan penerapan teknologi peternakan modern sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan budidaya unggas. Diharapkan keberhasilan panen ini dapat menjadi motivasi bagi peternak untuk menerapkan sistem pemeliharaan yang lebih efisien, produktif, dan berdaya saing sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan di Provinsi Kalimantan Tengah, “tutur Rendy Lesmana.
Pada periode pemeliharaan ini, sebanyak 24.000 ekor ayam pedaging berhasil dipanen pada umur 33 hari dengan bobot hidup rata-rata 2 kilogram per ekor. Dengan capaian tersebut, total produksi yang dihasilkan mencapai sekitar 48 ton bobot hidup, menunjukkan hasil yang baik dari penerapan manajemen pemeliharaan modern. Keberhasilan panen ini merupakan bukti bahwa penerapan sistem kandang Close House mampu menciptakan lingkungan pemeliharaan yang optimal melalui pengaturan suhu, kelembapan, sirkulasi udara, dan pencahayaan secara terkontrol. Sistem ini juga didukung dengan penerapan biosekuriti yang ketat, pemberian pakan berkualitas, serta pemantauan kesehatan ternak secara rutin sehingga menghasilkan performa pertumbuhan ayam yang optimal.
Apartemen Ayam yang dikelola UPT BPMPP HMT tidak hanya berfungsi sebagai unit produksi ayam pedaging, tetapi juga menjadi sarana edukasi, pelatihan, dan demonstrasi teknologi peternakan modern bagi peternak, pelaku usaha, mahasiswa, dan masyarakat. Melalui fasilitas ini diharapkan semakin banyak peternak yang mampu mengadopsi teknologi budidaya unggas modern guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha,” urai Rendy Lesmana. (IS-Edt) /Edt : Ek