Sekilas Info
Kontribusi dari BPBD PROV KALTENG, 22 Januari 2026 14:21, Dibaca 27 kali.
MMCKALTENG, Palangka Raya — BPBD Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2026 melalui Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla yang digelar secara daring, rapat ini diikuti Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, BMKG Provinsi Kalimantan Tengah, serta BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Tengah. Kamis (22/1/2026).
Sambutan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Tengah disampaikan oleh Sekretaris BPBD Provinsi Kalteng, Noor Aswad. Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan pencegahan dini menjadi kunci utama dalam pengendalian karhutla, terutama menghadapi musim kemarau tahun 2026.
(Baca Juga : Dinas TPHP Prov. Kalteng Dukung Inovasi Gerbang Paraga)
“Kesiapsiagaan harus dilakukan sejak awal. Pencegahan menjadi kunci utama agar kebakaran hutan dan lahan dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak luas bagi masyarakat,” ujar Noor Aswad.
Noor juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperluas jangkauan pengendalian karhutla, termasuk melalui penguatan posko dan pos lapangan di wilayah rawan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Alpius Patanan, memaparkan langkah-langkah yang dilakukan selama Status Siaga Darurat Bencana Karhutla sesuai Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 24 Tahun 2017.
“Penanganan karhutla dalam status siaga darurat dilakukan secara terpadu, mulai dari pengkajian cepat, penguatan posko, pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan kelompok rentan, patroli gabungan, hingga pemantapan sarana pemadaman dan penegakan hukum,” kata Alpius.
Menurut Alpius, upaya tersebut juga mencakup optimalisasi sumur bor, pembuatan sekat bakar dan sekat kanal, mobilisasi relawan, penggunaan sistem peringatan dini, serta penyebaran informasi larangan dan bahaya kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat.
Dari sisi kondisi cuaca dan iklim, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Provinsi Kalimantan Tengah, Anton Budiyono, menyampaikan bahwa faktor iklim perlu menjadi perhatian dalam penyusunan langkah antisipasi karhutla tahun 2026.
“BMKG memprediksi el Nino lemah berpotensi tejadi pada tahun 2026 dan musim kemarau berpotensi sifatnya sebagian di bawah normal sehingga perlu peningkatan kesiapsiagaan seluruh pihak,” ujar Anton.
Melalui rapat koordinasi ini, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmen untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah guna mewujudkan pengendalian karhutla yang berkelanjutan.
Bersama kita bisa mewujudkan Kalimantan Tengah bebas kabut asap, karhutla terkendali, dan masyarakat sejahtera, sejalan dengan Kalteng Berkah dan Kalteng Maju.
(Dok/PPID/BPBPK Prov. Kalteng) Edt : Ek