Umi Mastikah : Sistem Drainase di \"Kota Cantik\" Masih Darurat

Kontribusi dari Martiana Winarsih, 26 Februari 2019 21:00, Dibaca 298 kali.


MMCKalteng – Hujan dengan intensitas tinggi, di wilayah Kota Palangka Raya, pada Senin (25/2) sore yang lalu menyebabkan terjadinya luapan air  yang menimbulkan banjir dadakan ke pemukiman warga dan jalan-jalan protokol di kota Palangka Raya.

Ketidakmampuan infrastruktur drainase untuk mengalirkan debit air hujan, ditengarai menjadi salah satu indikator penyebab terjadinya luapan air yang merembes keluar dan menimbulkan banjir dibanyak titik kawasan Kota Palangka Raya.

(Baca Juga : Gebyar Karya Penyandang Disabilitas se-Kota Palangka Raya Tahun 2019)

Ditanya akan hal ini Wakil Walikota Palangka Raya Hj. Umi Mastikah, tidak menepis jika drainase menjadi salah satu penyebab datangnya banjir dadakan yang merembes ke pemukiman warga maupun jalan protokol ketika hujan turun deras.

“Ya, jika melihat karakteristik Kota Palangka Raya maka idealnya tidak mungkin akan terjadi banjir seperti ini. Tapi ternyata sistem drainase kita banyak yang dalam kondisi darurat. Manakala hujan deras dan debit air tidak mampu ditampung maka terjadi banjir dadakan,” ungkapnya, Selasa  (26/2/2019).

Kata Umi, dengan adanya peristiwa banjir dadakan tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, guna melakukan pemantauan serta mengambil langkah-langkah darurat bila diperlukan.

“Sampai saat ini kami belum  mendapatkan laporan, apakah peristiwa banjir kemarin sore ada hal-hal yang lebih darurat,” tandasnya.

Dalam bagian lain tambah Umi, dengan adanya peristiwa tersebut tentu akan menjadi perhatian pihaknya. Terlebih Pemerintah Kota Palangka Raya sendiri kata dia, sedang memfokuskan program pembangunan infrastruktur jalan dan drainase.

“Kami akan fokus dimana program selain jalan, maka drainase ini menjadi hal penting yang diperhatikan. Buat apa jalannya bagus, namun sistem drainasenya tidak dibenahi. Maka lambat laun jalan akan rusak,” bebernya.

Disadari lanjut Umi, untuk anggaran guna membangun kedua infrastruktur tersebut tidaklah sedikit. Terlebih untuk Pemko Palangka Raya anggaran yang dimiliki masih sangat kecil.

“Kita tetap berupaya untuk melakukan hal tersebut, salah satunya yakni secara intens melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Terutama jika dimungkinkan ada kebijakan-kebijakan yang bisa diserap oleh pemerintah kota,” pungkasnya, seraya mengingatkan agar masyarakat taat untuk tidak membuang sampah pada selokan atau saluran drainase. (MC. Isen Mulang)

Martiana Winarsih

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook