Rakor Menjaga Ketersediaan Stok/Pasokan dan Stabilitas Harga Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018

Kontribusi dari Rikah Mustika, 12 Desember 2017 11:35, Dibaca 718 kali.


MMC Kalteng - Untuk menyambut natal 2017 dan tahun baru 2018, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah berkerjasama dengan Kementerian Perdagangan menyelenggarakan rapat koordinasi, dalam rangka menjaga ketersediaan stok/pasokan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok di Kalimantan Tengah, Selasa (12/12/2017) di Swiss-belhotel Danum Palangka Raya.  Acara ini dihadiri oleh kepala BI, kepala dinas Bulog, kepala kepolisian, kepala OJK, kepala dinas BPS, kepala dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta perwakilan dari SOPD terkait.

Dalam Laporannya Muhammad Katma F. Dirun, SE, MM, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah selaku ketua panitia menyampaikan permasalahan di Kalimantan Tengah dalam distribusi bahan pokok dan barang penting masih dipasok dari luar daerah (pulau Jawa dan Kalimantan Selatan). Menjelang hari besar keagamaan terjadi peningkatan permintaan bahan kebutuhan pokok antara 10%-20% hampir di waktu yang bersamaan sehingga terjadi fluktuasi harga pada komoditas tertentu (daging ayam, telur, bawang merah, bawang putih, ikan segar). Oleh sebab itu perlu adanya sidak dan pengawasan secara kontinu ke distributor dan pedagang besar untuk antisipasi kenaikan harga yang tidak wajar dan kelangkaan komoditi. Hingga saat ini, Dinas Perdagangan dan Perindustrian bekerjasama dengan instansi terkait menggelar Pasar Murah dan Pasar Penyeimbang menjelang hari besar keagamaan.

(Baca Juga : BPPK Kemenlu RI Gelar Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri)

Gubernur Kalimantan Tengah yang di wakili oleh  Drs. Hardy Rampay, M.Si, Asisten II Setda Provinsi Kalimantan Tengah membuka rapat ini secara resmi dan menyampaikan bahwa apabila terdapat masalah dalam distribusi stok, harus memberitahukan dan berkoordinasi dengan dinas terkait. Penyebab tingginya inflasi  bahan pokok makanan yaitu masih adanya produksi lokal bahan makanan, panjangnya rantai distribusi barang dari produsen ke konsumen, serta kondisi infrastruktur yang kurang mendukung dalam distribusi. 

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri  Ir. Tjahya Widayanti, M.Sc, dalam sambutannya  menyampaikan bahwa  kesiapan barang kebutuhan pokok menghadapi natal 2017 dan tahun baru 2018, di Kalimantan Tengah tidak adanya masalah kenaikan harga dan stok masih tersedia. yang menjadi permasalahan adalah terdapat perbendaan harga di pasaran untuk itu diharapkan kepada Satgas Pangan agar dapat menulusuri mengapa harga pasaran bisa berbeda-beda. Menyangkut mutu  beras , saat ini mutu beras premium yang diproduksi cukup baik, akan tetapi panen beras premium tidak seperti saat panen raya, sehingga harga menjadi agak tinggi karena kualitasnya juga lebih baik. (Rikah / Foto:Sella)

Rikah Mustika

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook