Kepala BNPB Tinjau Banjir di Pulang Pisau dan Palangka Raya

Kontribusi dari Widia Natalia, 21 November 2021 14:08, Dibaca 200 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Mayjen TNI Suharyanto mengatakan akan segera menurunkan tim untuk mengetahui penyebab banjir di Kalteng. Hal ini merupakan sebagai upaya penanganan jangka Panjang untuk pengendalian banjir ke depannya.

“Kami dari BNPB akan segera menurunkan tim untuk segera mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab banjir. Dari hasil analisa akan diputuskan penanganan dan langkah-langkah yang telat dan komprehensif dengan sasaran jangka menengah di Tahun 2022 nanti, diharapkan di akhir tahun 2022 tidak banjir lagi”, jelas Suharyanto usai melakukan peninjauan lokasi bencana banjir di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau, Minggu (21/11/2021).

(Baca Juga : Gubernur Hadiri Pencanangan BBGRM ke-16, HKG-PKK ke-47 dan HKN ke-26)

Mayjen TNI Suharyanto mengungkapkan akan menurunkan tim setelah air surut.

“Setelah air surut, tim yang melihat penyebabnya akan segera turun. Mudah-mudahan dalam waktu seminggu kedepan tidak ada hujan deras lagi. Karena satu minggu mulai sekarang jika tidak ada hujan, pasti air akan surut”, pungkas Suharyanto.


Kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan Kepala BNPB bersama Pj. Sekda Kalteng meninjau lokasi banjir di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya yakni di Jalan Arut, tenda pengungsian korban banjir di Jalan Mendawai dan peninjauan GOR KONI Futsal, komplek Senaman Mantikai Palangka Raya yang dijadikan tempat penampungan warga sementara yang terdampak banjir di wilayah Kelurahan Pahandut dan Langkai. Peninjauan juga dilakukan dilokasi banjir yang berada di Desa Tanjung Sangalang, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau.

Berdasarkan data dari BPBPK Prov. Kalteng per tanggal 20/11/2021, terdapat 6 Kabupaten/Kota yang terdampak banjir yaitu Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Katingan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kapuas, dan Kabupaten Barito Selatan. Dengan jumlah 40 Kecamatan, 177 Desa/Kelurahan, 33.530 KK, 96.015 Jiwa terdampak banjir dan hingga saat ini terdata 2.038 KK, 6.449 Jiwa mengungsi pada posko banjir yang telah disediakan pemerintah.

Turut hadir dalam peninjauan diantaranya Pj. Sekda Prov. Kalteng H. Nuryakin, Forkopimda Prov. Kalteng serta Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng terkait.(wdy/foto:Asef)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook