Arahan Gubernur Kalimantan Tengah Dalam Rangka Evaluasi Penanganan Covid-19 dan Vaksinasi di Provinsi Kalimantan Tengah

Kontribusi dari BPBPK PROV KALTENG, 19 Mei 2021 13:21, Dibaca 251 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran menyampaikan arahannya pada Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Arahan Presiden Republik Indonesia Dalam Rangka Evaluasi Penanganan Covid-19 dan Vaksinasi di Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) yang dihadiri DPRD Kalteng, Polda Kalteng, Korem 102/Panju Panjung, Kejaksaan Tinggi, Kabinda Kalteng, Sekda Kalteng, Bupati/Walikota se-Kalteng, Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Kepala Perangkat Daerah Kalteng dan Forkopimda Kabupaten/Kota se-Kalteng. Rapat koordinasi ini dilaksanakan di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (19/5/2021). 

“Pada kesempatan ini saya menyampaikan arahan dari Presiden Republik Indonesia pada hari Senin, 17 Mei 2021, Bapak Presiden Republik Indonesia berulang kali menegaskan kepada seluruh Gubernur, Bupati, Walikota didukung TNI, Polri dan lembaga lainnya supaya HATI-HATI dalam penanganan Covid-19 setelah libur lebaran. Bahkan Provinsi Kalimantan Tengah disebutkan secara khusus lebih HATI-HATI karena termasuk dalam 15 Provinsi yang mengalami tren kenaikan kasus covid-19 dan ditemukannya varian baru covid-19. Sebagai tindak lanjut Pengarahan Presiden Republik Indonesia tersebut, perlu dilakukan Evaluasi penanganan Covid-19 secara terintegrasi dari seluruh Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah yang didasarkan pada 4 indikator yang disampaikan oleh Mendagri dan evaluasi terhadap pelaksanaan vaksinasi yang telah berjalan hingga saat ini agar tetap fokus pada capaian vaksinasi pada kelompok sasaran Lansia dan Pelayanan Publik. Perkembangan data covid-19 di Kalimantan Tengah sampai dengan tanggal 18 Mei 2021, kasus konfirmasi sebanyak 21.340 kasus, yang sembuh sebanyak 19.783 kasus, meninggal sebanyak 570 orang, yang masih dirawat sebanyak 988 orang. Jika dibanding dengan Nasional, kasus konfirmasi Kalimantan Tengah berkontribusi 1,22% terhadap kasus Nasional, presentase yang dirawat Kalimantan Tengah lebih rendah dari Nasional, presentase kesembuhan Kalimantan Tengah lebih tinggi dari Nasional, dan presentase kematian Kalimantan Tengah lebih rendah dari Nasional, meskipun demikian kasus kematian hampir terjadi setiap hari sehingga membuat kita semua prihatin. Memperhatikan Arahan Presiden Republik Indonesia dan juga data perkembangan covid-19 di Kalimantan Tengah, saya minta perhatian serius dari seluruh Bupati/Walikota bersama dengan Forkopimda Kabupaten/Kota dan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota terhadap evaluasi penanganan covid-19 yang saya sampaikan berdasarkan data-data setiap Kabupaten/Kota,“ ucapnya. 

(Baca Juga : Gubernur Kalteng Menggelar Pertemuan Dengan Delegasi Rumania )

“Pertama lakukan testing secara masif dan terukur, karena semakin banyak testing yang dilakukan maka kemungkinan tingkat positif akan semakin menurun. Walaupun konsekuensinya peluang penambahan kasus konfirmasi akan lebih besar tetapi hal baiknya maka peluang kita untuk mempercepat penemuan kasus dalam masyarakat semakin baik dan kita dapat melakukan penanganan lebih cepat agar dapat menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua, seluruh Bupati/Walikota didukung TNI Polri dan instansi lainnya. Saya tegaskan JANGAN ada Kabupaten/Kota yang berusaha menyembunyikan data atau mengurangi testing dengan harapan dapat mengurangi jumlah konfirmasi positif. Karena masih banyak kasus konfirmasi covid-19 di dalam masyarakat yang belum diketahui karena testing yang dilakukan masih rendah atau minim. Kedua, mengenai tren kasus aktif covid-19. Per tanggal 16 Mei 2021, ada 4 kabupaten yang mengalami kenaikan yaitu Kabupaten Katingan, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Barito Utara. Saya minta perhatian serius kepada 4 kabupaten ini, supaya dilakukan penanganan maksimal. Kabupaten lainnya yang sudah mengalami tren penurunan agar dipertahankan sehingga dapat terus menurun. Ketiga, mengenai tren kesembuhan. Per tanggal 16 Mei 2021, ada 4 kabupaten yang mengalami penurunan yaitu Kabupaten Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Katingan. Saya minta perhatian serius kepada 4 kabupaten ini, supaya dilakukan penanganan maksimal terhadap pasien covid-19. Pastikan perawatannya maksimal sehingga dapat cepat mengalami kesembuhan. Keempat, mengenai tren kematian. Per tanggal 16 Mei 2021, ada 8 kabupaten yang mengalami kenaikan yaitu Kabupaten Seruyan, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Timur, Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Katingan,“ sambungnya.

“Saya minta perhatian serius terhadap kasus kematian ini termasuk kepada semua kabupaten lainnya. Oleh karena itu, saya tegaskan kembali kepada Bupati/Walikota untuk meningkatkan upaya testing dan tracing, tidak perlu takut terjadi lonjakan kasus karena testing dan tracing yang semakin baik merupakan langkah preventif agar upaya perawatan dapat dilakukan lebih awal memadai guna menghindari kasus-kasus kematian karena keterlambatan penanganan. Kelima, mengenai kapasitas tempat tidur pada rumah sakit untuk penanganan covid-19. Per tanggal 17 Mei 2021, tingkat keterpakaian tempat tidur di Kalimantan Tengah sebesar 35,35%, atau terpakai 421 tempat tidur dari yang tersedia sebanyak 1.191 tempat tidur. Kondisi ini masih berada pada posisi aman karena masih dibawah 50%. Meskipun demikian, saya minta perhatian serius terhadap Bupati Lamandau, Bupati Gunung Mas, Bupati Seruyan dan Bupati Barito Selatan karena tempat tidur yang belum dipakai pada masing-masing wilayah jumlahnya dibawah 20 tempat tidur, kondisi ini sangat berbahaya jika terjadi lonjakan kasus. Segera ambil tindakan untuk menaikkan kapasitas tempat tidur guna mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 khususnya pasca libur lebaran. Keenam, mengenai vaksinasi. Per tanggal 17 Mei 2021, capaian target vaksinasi untuk tenaga kesehatan sudah relatif baik, namun pelayanan publik masih rendah, dan yang memprihatinkan capaian vaksinasi lansia masih sangat rendah, dibawah 10%," tegasnya. 

“Saya minta kepada Bupati/Walikota bersama seluruh potensi yang ada di Kabupaten/Kota untuk mensukseskan pelaksanaan vaksinasi ini. Bagi Kabupaten/Kota yang belum selesai melakukan refocusing anggaran untuk segera melakukan refocusing anggaran sesuai kebutuhan. Saya juga meminta agar seluruh jajaran dapat secara masif mengedukasi dan sosialisasi tentang vaksinasi untuk menepis hoax tentang vaksinasi. Semakin banyak warga Kalimantan Tengah yang divaksin maka akan semakin baik terhadap upaya kita mewujudkan ketahanan menghadapi covid-19 dan diharapkan dapat memicu pemulihan ekonomi di Kalimantan Tengah. Pada kesempatan yang baik ini, saya juga menegaskan agar Bupati/Walikota bersama dengan seluruh Forkopimda Kabupaten/Kota untuk mengimplementasikan dengan baik Ketentuan Pelaku Perjalanan Orang Masuk Kalimantan Tengah, khususnya agar penyebaran covid-19 pasca libur lebaran dapat terkendali,“ tutupnya. (Hlm.19 /5/2021 / DewiS / foto / Data: PusdalopsPBKalteng)

BPBPK PROV KALTENG

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook